Kamis, 05 Maret 2026

Dikawal Brimob Bersenjata Lengkap, Alat Berat Tambang Emas Ilegal Tapsel–Madina Dievakuasi ke Batalyon C Sipirok

Salamudin Tandang - Kamis, 05 Maret 2026 10:28 WIB
Dikawal Brimob Bersenjata Lengkap, Alat Berat Tambang Emas Ilegal Tapsel–Madina Dievakuasi ke Batalyon C Sipirok
Ist
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Rantau Isnur Eka mengatakan, 10 unit ekskavator telah dievakuasi ke Mako Batalyon C Brimob di Sipirok.

Operasi yang melibatkan lebih dari 200 personel Sat Brimob itu mengamankan 14 unit ekskavator dari dua lokasi berbeda, dengan rincian 12 unit berada di area tambang dan dua unit lainnya dalam perjalanan menuju lokasi. Selain itu, 17 orang turut diamankan dan saat ini masih berstatus saksi.

Wakil Kepala Polda Sumatera Utara Brigjen Pol Sonny Irawan menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pemilik tambang diperkirakan dapat meraup omzet hingga Rp1,5 miliar per hari.

Baca Juga:

Perkiraan tersebut didasarkan pada temuan adanya enam lubang tambang, terdiri dari empat titik di Kabupaten Tapanuli Selatan dan dua titik di Kabupaten Mandailing Natal. Dalam satu lubang tambang, diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 100 gram emas per hari.

Untuk saat ini, emas batangan lokal (cukim) disebut berada di kisaran harga Rp2,6 juta per gram.

Baca Juga:

"informasi awal yang kami peroleh bahwa memang satu titik yang ada di kegiatan tersebut, itu bisa menghasilkan lebih kurang 100 gram emas ilegal, ya. Satu titik, ya. Sementara ini ada beberapa titik. Itu satu hari, rekan-rekan sekalian," kata Brigjen Pol Sonny Irawan, Selasa (3/3/2026).

Sonny menyebut, aktivitas tambang emas ilegal tersebut berada di wilayah Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kegiatan itu telah berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan.

Awalnya, aktivitas tambang berada di wilayah Mandailing Natal. Namun kemudian dilakukan ekspansi ke wilayah Tapanuli Selatan karena lokasi tambang hanya dipisahkan oleh aliran sungai.

"Sebelumnya, ini sudah berlangsung di wilayah Mandailing Natal. Sudah ada lebih kurang 2-3 bulan di Mandailing Natal, kemudian mereka melakukan ekspansi ke wilayah Tapanuli Selatan."(lam)

Tags
beritaTerkait
Polri Serahkan Rp 58,1 Miliar Hasil Rampasan Judi Online ke Negara
Asap Pembakaran Tebu Diduga Picu Tabrakan Beruntun di Tol Binjai–Langsa
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Kapan Puncaknya?
7 Pemain Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Apa Respons John Herdman?
Aksi Pencurian Warung Terekam CCTV, Pelaku Gasak Uang hingga Tabung Gas
Mahasiswi UINSU Tembus Top 20 Google Student Ambassador 2025
komentar
beritaTerbaru
King MU Akhirnya Kalah

King MU Akhirnya Kalah

Menargetkan tiga poin demi mempertahankan posisi tiga besar. Sebab, pesaing terdekat Liverpool kalah secara mengejutkan dari Wolverhampton W

Sport 48 menit lalu