Syah Afandin juga menyoroti potensi besar Kabupaten Langkat dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa dan perekonomian yang terus berkembang.
Menurutnya, banyak masyarakat yang menyimpan uang tanpa mengetahui potensi investasi yang sah dan menguntungkan seperti melalui Bursa Efek Indonesia.
Baca Juga:
"Saya tadi tertarik, ada anak dari Tanjungpura yang sudah berinvestasi, ini tentu menjadi aset yang harus dikembangkan. Galeri ini menjadi jembatan masyarakat agar bisa membedakan mana investasi legal dan mana yang tidak," tambahnya.
Kepala OJK Sumatera Utara Khoirul Muttaqien, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menyambut baik inisiatif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Langkat.
Baca Juga:
"Pembentukan galeri investasi ini adalah langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap instrumen keuangan yang legal dan aman. Kami mendukung penuh upaya ini karena sejalan dengan misi OJK dalam memperluas inklusi keuangan dan mencegah praktik investasi ilegal di daerah," ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan PKS antara BRI Cabang Binjai, Bulog, dan Gapoktan Maju Bersama terkait pengembangan klaster padi dan jagung di Langkat.
Selain itu juga dilakukan penyerahan simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada dua penerima, yakni Neni Jumiarti sebesar Rp50 juta dan Salmah sebesar Rp100 juta.
Sebagai penutup, dilakukan pemotongan tumpeng dan pita sebagai simbol peresmian, penyerahan cenderamata, serta peninjauan langsung ke Galeri Investasi oleh Bupati dan para tamu undangan.
Melalui peluncuran ini, Pemkab Langkat di bawah kepemimpinan H. Syah Afandin menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi daerah berbasis literasi keuangan dan investasi yang inklusif serta aman bagi seluruh lapisan masyarakat. (TRG)
Tags
beritaTerkait
komentar