Hari Ini, 25 Tahun Lalu ...
POSMETRO MEDANmemperingati anniversary perak. Seperti kemilau dan daya tahan logam mulia, media pelopor jurnalisme pop ini eksis seperempat
Global 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta - Seorang bocah laki-laki berusia satu tahun menghebohkan publik India setelah menggigit ular kobra berbisa sampai mati pada 24 Juli lalu.
Awal perjumpaan anak bernama Govind Kumar itu dengan ular kobra adalah ketika dia sedang bermain di taman rumah keluarganya
di Desa Mohchi Bankatwa, Negara Bagian Bihar, India utara, dekat perbatasan Nepal.
"Ibunya sedang bekerja di kebun belakang," kata nenek Govind, Matisari Devi.
"Ia menangkap ular itu dan menggigitnya dengan giginya. Kami kemudian menyadari bahwa itu adalah ular kobra," tambahnya.
Dalam beberapa saat, Govind kehilangan kesadaran. Keluarganya segera membawanya ke rumah sakit setempat.
"Ketika anak itu dirawat, wajahnya bengkak terutama di sekitar mulut," kata Dr. Kumar Saurabh, yang merawat Govind di Government Medical College di ibu kota Negara Bagian Bihar, Bettiah.
Pada hari yang sama, sang dokter merawat satu anak lainnya yang, tidak seperti Govind, digigit ular kobra. Kedua anak itu kini sehat.
Menurut dokter, menggigit ular kurang berbahaya daripada digigit ular.
Dr. Kumar menjelaskan bahwa meskipun kedua kasus tersebut berbahaya bagi manusia, digigit ular kobra jauh lebih berbahaya.
"Ketika seekor kobra menggigit manusia, bisanya masuk ke aliran darah kita. Ini menyebabkan neurotoksisitas, yang mempengaruhi sistem saraf kita. Hal ini dapat menyebabkan kematian," ujarnya kepada BBC.
"Ketika manusia menggigit kobra, racunnya mencapai sistem pencernaan kita. Tubuh manusia menetralkannya, dan racun tersebut melewatinya," tambah Dr. Kumar.
Menurutnya, efek bisa ular dapat menjadi lebih buruk jika terdapat titik-titik pendarahan, seperti tukak, di saluran pencernaan anak laki-laki tersebut.
Di India terdapat hampir 300 spesies ular dan lebih dari 60 di antaranya berbisa. Adapun ular kobra dianggap sebagai yang paling berbahaya.
Negara ini juga dijuluki "pusat gigitan ular dunia". Tingkat kematian akibat gigitan ular meningkat karena musim hujan yang sedang berlangsung.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 81.000 hingga 138.000 orang meninggal dunia akibat gigitan ular di seluruh dunia setiap tahun.
Antara tahun 2000 dan 2019, rata-rata 58.000 orang meninggal akibat gigitan ular di India per tahun, menurut WHO.
Namun, jumlah kematian akibat gigitan ular di negara ini masih banyak yang belum dilaporkan, karena kurangnya akses ke fasilitas kesehatan di daerah-daerah tempat insiden ini terjadi, menurut Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India.
(wan/bbc)
POSMETRO MEDANmemperingati anniversary perak. Seperti kemilau dan daya tahan logam mulia, media pelopor jurnalisme pop ini eksis seperempat
Global 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zainal Abidin Hutagal
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kota Medan terus meningkatkan kualitas fasilitas publik dengan menjawab kebutuhan penerangan jalan di se
Medan 4 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Pemerintah Kota Medan terus mendorong penataan ruang publik yang berkualitas dan mampu memberikan manfaat nyata bag
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN,JAKARTA Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menjajaki skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pengemban
Sumut 5 jam lalu
MATITI BELUM USAI KUASA HUKUM MINTA APARAT BONGKAR UTUH RANGKAIAN PERISTIWA 12 SEPTEMBER
Sumut 6 jam lalu
Anggota DPR RI Musa Rajekshah meninjau pembangunan dinding penahan banjir di Tebing Tinggi.
Sumut 7 jam lalu
Pengusaha Konstruksi Lokal Bersama PERMADA Turun ke Jalan, Desak Klarifikasi Polemik Paket Proyek Disdik Langkat
Sumut 7 jam lalu
Lima Ekor Lembu Milik Warga Ditemukan Mati Diduga Diracun di Perkebunan Serbelawan
Sumut 7 jam lalu
Dua Pelaku Curat Toko Rp 157 Juta Dibekuk Satreskrim Binjai.
Sumut 7 jam lalu