Selasa, 19 Mei 2026

Sakit Hati Dipecat, Pria Ini Hapus 180 Server Perusahaan dan Rugikan Rp 11 Miliar

Evi Tanjung - Selasa, 19 Mei 2026 15:38 WIB
Sakit Hati Dipecat, Pria Ini Hapus 180 Server Perusahaan dan Rugikan Rp 11 Miliar
ist

POSMETRO MEDAN, Medan - Setelah dipecat, Nagaraju sempat kembali ke India. Dari sana, ia beberapa kali mengakses sistem internal NCS antara Januari hingga Maret menggunakan laptop pribadinya.

Ia disebut mencoba mempelajari celah sistem sekaligus menguji apakah aktivitasnya dapat terdeteksi oleh perusahaan. Kembali ke Singapura untuk lancarkan serangan Pada Februari , Nagaraju kembali ke Singapura dan tinggal bersama mantan rekan kerjanya yang masih bekerja di NCS. Ia lalu menggunakan jaringan WiFi rumah tersebut untuk menyamarkan aktivitas akses ilegal ke sistem perusahaan.

Selama periode itu, ia juga mencari script penghapus server di Google dan mengembangkan program untuk menghapus server virtual satu per satu.

Serangan kemudian dilakukan pada Maret 2023. Nagaraju menjalankan script tersebut untuk menghapus total 180 virtual server di lingkungan quality assurance (QA) milik NCS. Karena dilakukan saat akhir pekan, kerusakan baru diketahui perusahaan pada Senin berikutnya ketika tim QA tidak bisa mengakses sistem mereka. Investigasi internal NCS kemudian menemukan aktivitas mencurigakan dari akun administrator lama yang masih aktif. Tim keamanan perusahaan melacak log akses sistem dan menemukan adanya koneksi ilegal yang berasal dari jaringan rumah rekannya di Singapura.

Polisi Singapura lalu dilibatkan untuk menyelidiki kasus tersebut. Saat penggerebekan dilakukan, aparat menyita laptop pribadi milik Nagaraju yang digunakan untuk mengakses sistem perusahaan. Kerugian capai Rp 11 miliar Dari hasil pemeriksaan forensik digital, polisi menemukan script penghapus server, riwayat akses ilegal ke sistem NCS, serta pencarian Google terkait cara menghapus virtual server secara massal. Bukti digital tersebut membuat Nagaraju akhirnya mengakui perbuatannya kepada penyidik.

Akibat insiden tersebut, NCS mengalami kerugian sekitar 917.832 dollar Singapura atau sekitar Rp 11 miliar.

Meski begitu, perusahaan memastikan tidak ada data sensitif pelanggan yang tersimpan di server yang dihapus karena sistem tersebut hanya dipakai untuk lingkungan pengujian software. Pada Juni , pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman dua tahun delapan bulan penjara kepada Nagaraju atas akses ilegal ke sistem komputer perusahaan.(red)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru