Senin, 31 Agustus 2026
Dari Sampah Plastik Menjadi Pangan

Mahasiswa KKN Kembangkan Taman Hidroponik di Pulo Dogom

Mahasiswa KKN UNIMED Desa Pulo Dogom 2026
Faliruddin Lubis - Senin, 31 Agustus 2026 12:25 WIB
Mahasiswa KKN Kembangkan Taman Hidroponik di Pulo Dogom
Dok/KKN UNIMED
Mahasiswa KKN UNIMED Desa Pulo Dogom 2026 bersama Kepala Desa dan aparat desa setelah penyelesaian Taman Hidroponik.

Dengan cara tersebut, barang yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah justru memperoleh fungsi baru sebagai bagian dari media budidaya tanaman.

Selain membuat wadah baru, mahasiswa juga memanfaatkan tangga bekas tempat tanaman yang telah tersedia di Kantor Kepala Desa. Tangga tersebut terlebih dahulu dibersihkan dari karat dan kemudian dicat ulang sebelum digunakan sebagai tempat meletakkan wadah hidroponik.

Baca Juga:

Sementara itu, struktur penyangga taman dibuat menggunakan semen, ember bekas cat, batu, pasir, air, serta kayu broti berukuran 2 × 2 inci.

Baca Juga:

Sebelum membangun taman, mahasiswa terlebih dahulu mempelajari teknik budidaya hidroponik melalui konsultasi dan wawancara dengan dua petani hidroponik yang berada di DesaPulo Dogom pada 22 Juli 2026.

Konsultasi tersebut menjadi salah satu dasar mahasiswa dalam menentukan proses penyemaian, media tanam, pemberian nutrisi, hingga pemindahan bibit ke wadah hidroponik.

Tahap penyemaian dimulai pada 24 Juli 2026. Benih kangkung disiapkan menggunakan busa berukuran sekitar 3 × 3 sentimeter. Pada bagian tengah busa dibuat cekungan kecil sebagai tempat meletakkan benih. Busa kemudian disusun di dalam nampan atau tampah dan diberi air yang telah dicampur dengan nutrisi AB Mix.

Tempat penyemaian ditutup menggunakan kain tipis dan diletakkan di tempat gelap selama sekitar tiga sampai empat hari agar benih dapat berkembang sebelum dipindahkan.

Pada 30 Juli 2026, bibit hasil penyemaian mulai dipindahkan ke media tanam hidroponik. Busa yang telah berisi bibit ditempatkan ke dalam netpot yang terpasang pada wadah hidroponik dari toples sosis dan botol air mineral yang telah dimodifikasi.

Namun, proses tersebut tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana. Karena mahasiswa juga menjalankan berbagai program kerja KKN lainnya, pembangunan taman belum selesai ketika sebagian bibit sudah siap dipindahkan ke luar tempat persemaian. Kondisi tersebut menyebabkan sekitar setengah dari bibit yang telah disemai mengalami kematian.

Tags
beritaTerkait
200 Mahasiswa Parliament Tour ke DPRD Medan, Bahas Fungsi Legislasi Pengawasan dan Anggaran
Kehilangan Kepercayaan, Mahasiswa UDA Bakar Ban di Depan LLDikti Wilayah 1 Sumatera Utara
Bupati Bujuk Kartini Berobat, Harapan Siti untuk Kesembuhan Ibunya Kembali Tumbuh
Bupati Hadiri Gebyar Akbar Desa Buntu Bedimbar dan Tinjau RTLH
Mahasiswa UDA Gelar Unjuk Rasa, Rektor Ancam Drop Out
Rumah Vokasi Juara Desa Suka Maju Hadirkan Kelas Buket Khas Melayu
komentar
beritaTerbaru