Senin, 31 Agustus 2026
Dari Sampah Plastik Menjadi Pangan

Mahasiswa KKN Kembangkan Taman Hidroponik di Pulo Dogom

Mahasiswa KKN UNIMED Desa Pulo Dogom 2026
Faliruddin Lubis - Senin, 31 Agustus 2026 12:25 WIB
Mahasiswa KKN Kembangkan Taman Hidroponik di Pulo Dogom
Dok/KKN UNIMED
Mahasiswa KKN UNIMED Desa Pulo Dogom 2026 bersama Kepala Desa dan aparat desa setelah penyelesaian Taman Hidroponik.

Dia menyampaikan, "Kami melihat mahasiswaKKNUNIMED memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang budidaya tanaman sayur-sayuran yang betul-betul hemat, berbentuk hidroponik, karena tanaman ini tidak memerlukan luas lahan yang begitu lebar, namun memanfaatkan halaman masyarakat yang minim. Sehingga ini bisa menjadi motivasi masyarakat untuk mengembangkannya."

Ketertarikan terhadap kegiatan tersebut juga muncul dari masyarakat di sekitar Kantor Kepala Desa. Beberapa warga sempat bertanya dan mempelajari proses penanaman hidroponik yang dilakukan mahasiswa. Bahkan, terdapat warga yang menunjukkan ketertarikan terhadap hasil tanaman yang sedang tumbuh.

Baca Juga:

Meskipun tanaman kangkung belum memasuki tahap panen ketika mahasiswa menyelesaikan KKN, keberadaan tanaman tersebut menjadi hasil nyata dari proses yang telah dilakukan bersama.

Program Pembuatan Taman Hidroponik kemudian diserahkan secara langsung kepada aparat DesaPulo Dogom dalam kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Desa, beberapa kepala dusun, aparat desa lainnya, serta seluruh anggota kelompok KKN.

Baca Juga:

Setelah penyerahan, pengelolaan dan perawatan taman berada pada pihak desa, khususnya pekerja yang bertugas menjaga kebersihan Kantor Kepala Desa, dengan dukungan masyarakat sekitar.

Lebih dari sekadar membangun sebuah taman, kegiatan ini menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan yang berangkat dari kebutuhan desa menjadi sebuah karya nyata. Dari peternakan ayam sebagai salah satu bentuk ketahanan pangan, gagasan tersebut kemudian diperluas melalui budidaya tanaman dengan sistem hidroponik.

Sementara itu, pemanfaatan botol plastik dan toples sosis memberikan dimensi lain berupa kepedulian terhadap pemanfaatan kembali barang yang sebelumnya tidak digunakan.

Taman hidroponik di Kantor Kepala DesaPulo Dogom pada akhirnya menjadi gambaran sederhana bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan lahan luas maupun fasilitas yang mahal. Dengan kreativitas, pengetahuan, kerja sama, dan pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar, ruang yang terbatas dan barang yang dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Meskipun tanaman yang ditinggalkan mahasiswa masih berada dalam tahap pertumbuhan, taman tersebut diharapkan dapat menjadi media belajar hidroponik sekaligus contoh pemanfaatan sampah plastik dan lahan terbatas untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan desa.***

Tags
beritaTerkait
200 Mahasiswa Parliament Tour ke DPRD Medan, Bahas Fungsi Legislasi Pengawasan dan Anggaran
Kehilangan Kepercayaan, Mahasiswa UDA Bakar Ban di Depan LLDikti Wilayah 1 Sumatera Utara
Bupati Bujuk Kartini Berobat, Harapan Siti untuk Kesembuhan Ibunya Kembali Tumbuh
Bupati Hadiri Gebyar Akbar Desa Buntu Bedimbar dan Tinjau RTLH
Mahasiswa UDA Gelar Unjuk Rasa, Rektor Ancam Drop Out
Rumah Vokasi Juara Desa Suka Maju Hadirkan Kelas Buket Khas Melayu
komentar
beritaTerbaru