Senin, 19 Oktober 2026
Dari Sampah Plastik Menjadi Pangan

Mahasiswa KKN Kembangkan Taman Hidroponik di Pulo Dogom

Mahasiswa KKN UNIMED Desa Pulo Dogom 2026
Faliruddin Lubis - Senin, 31 Agustus 2026 12:25 WIB
Mahasiswa KKN Kembangkan Taman Hidroponik di Pulo Dogom
Dok/KKN UNIMED
Mahasiswa KKN UNIMED Desa Pulo Dogom 2026 bersama Kepala Desa dan aparat desa setelah penyelesaian Taman Hidroponik.

Mahasiswa kemudian melakukan penyemaian ulang dan memperbaiki pembagian tugas agar proses pembangunan taman sekaligus perawatan bibit dapat dilakukan dengan lebih efektif.

"Tidak semua proses berjalan sesuai rencana. Dari situ kami belajar untuk membagi tugas dengan lebih efisien dan memberikan perhatian lebih terhadap program ini," begitu salah satu pengalaman penting mahasiswa dalam proses pembuatan taman hidroponik tersebut.

Baca Juga:

Pembangunan fisik taman kemudian dilanjutkan secara bertahap. Pada 5 Agustus, mahasiswa melakukan pengukuran lahan dan mengidentifikasi kebutuhan untuk tahap berikutnya. Tiga hari kemudian, struktur atau tangga tempat tanaman dicat ulang dan tiang taman mulai dibuat melalui proses pengecoran.

Pada 10 Agustus, pembangunan rumah hidroponik dilanjutkan dengan pemasangan atap serta pembuatan bagian depan sebagai akses menuju area taman. Selanjutnya, pada 12 Agustus, paranet dipasang pada sisi kanan dan kiri rumah hidroponik untuk menyempurnakan struktur sekaligus memberikan perlindungan bagi tanaman.

Baca Juga:

Tahap akhir dilakukan pada 15 dan 16 Agustus 2026. Spanduk identitas program dipasang di lingkungan Kantor Kepala DesaPulo Dogom. Bibit hasil penyemaian ulang kemudian dipindahkan ke pot dan wadah hidroponik yang telah disiapkan.

Pada 16 Agustus, proses pemindahan bibit ke taman diselesaikan sehingga taman hidroponik telah terisi tanaman dan siap diperkenalkan kepada pihak desa.

Secara keseluruhan, pengerjaan program berlangsung dalam rentang 26 hari kalender, terhitung sejak konsultasi awal pada 22 Juli hingga penyelesaian taman pada 16 Agustus 2026, meskipun pengerjaan dilakukan pada tanggal-tanggal tertentu sesuai tahapan program.

Taman hidroponik tersebut terdiri atas tiga rak utama yang masing-masing menampung sekitar 32–40 wadah dari toples sosis. Selain itu, sekitar 40–46 botol air mineral berukuran besar juga digunakan sebagai wadah tanaman dan ditempatkan pada bagian lantai taman. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 200 titik tanam dengan masing-masing wadah berisi sekitar tiga sampai lima benih kangkung.

Kehadiran taman tersebut tidak hanya menjadi bentuk kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan barang bekas. Bagi kelompok KKN, taman hidroponik juga menjadi media untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa keterbatasan lahan tidak selalu menjadi penghalang untuk melakukan budidaya tanaman pangan. Barang yang sering kali dianggap sebagai sampah pun dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

Kepala DesaPulo Dogom, Rizal Parapat, menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai budidaya tanaman dengan metode yang hemat lahan. Dalam wawancara mengenai dampak keberadaan mahasiswaKKN di DesaPulo Dogom.

Tags
beritaTerkait
Bupati Deli Serdang Dorong Pembentukan Relawan Antinarkoba hingga Tingkat Dusun
Mahasiswa Unimed  Dorong Proyek Kemanusiaan  Potensi TOGA di Desa Sukasari
Dua Wilayah Deli Serdang Masuk Tahap Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah
Nobar Film G30S/PKI, Lom Lom Suwondo Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran
Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Persil Dusun XVIII Desa Percut Kini Diaspal
Serapan Pupuk di Namorambe Belum Maksimal, Kebutuhan NPK Bertambah
komentar
beritaTerbaru