Polsek Deli Tua Gelar Kegiatan 'Police Go To School'
Polsek Deli Tua Gelar Kegiatan &039Police Go To School&039
Sumut 6 menit lalu
Di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang semakin cepat dan mudah, yang dibutuhkan sesungguhnya bukan hanya program baru, tetapi (yang justru lebih penting) perubahan cara pandang pemerintah terhadap warga yang dilayaninya.
Dalam konteks itu, langkah-langkah yang dilakukan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, patut diapresiasi. Berbagai kebijakan yang diperkenalkan menunjukkan upaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Paradigma yang dibangun Rico Waas cukup jelas: pemerintah harus hadir dan menyapa warga, bukan warga yang harus bersusah payah mendatangi pemerintah.
Baca Juga:
Selama ini, mengurus administrasi sering kali identik dengan antrean panjang, perjalanan jauh, dan waktu yang "terbuang" seharian. Karena itu, keputusan mengembalikan layanan perekaman dan pencetakan e-KTP ke tingkat kecamatan merupakan langkah yang tepat. Kebijakan tersebut bukan sekadar memindahkan lokasi pelayanan, tetapi juga memangkas beban masyarakat.
Warga yang tinggal jauh dari pusat kota kini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan atau kehilangan waktu kerja hanya untuk mengurus dokumen kependudukan. Pelayanan publik yang baik memang seharusnya diukur dari kemudahan yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga:
Semangat yang sama terlihat dalam program "Sapa Warga" yang rutin dilaksanakan di berbagai kecamatan. Yang menarik, Wali Kota tidak datang sendiri, melainkan membawa langsung para pimpinan perangkat daerah. Dengan demikian, berbagai keluhan warga tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Pendekatan ini penting karena salah satu kelemahan birokrasi selama ini adalah jauhnya jarak antara pengambil keputusan dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketika wali kota dan jajaran perangkat daerah hadir langsung di tengah warga, sekat tersebut menjadi jauh lebih tipis.
Tentu tidak semua persoalan kota dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Namun masyarakat umumnya dapat memahami keterbatasan pemerintah selama mereka melihat adanya kemauan untuk mendengar dan bekerja.
Di sinilah makna penting kehadiran pemerintah. Bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi hadir dengan empati, mendengar persoalan warga, dan berupaya menghadirkan solusi.
Apa yang sedang dibangun di Kota Medan menunjukkan arah pelayanan publik yang semakin berorientasi kepada masyarakat. Pelayanan didekatkan ke kecamatan, pemimpin turun langsung ke lapangan, dan aspirasi warga mendapat ruang untuk didengar.
Semangat "pemerintah yang menyapa" ini patut dipertahankan dan diperluas. Sebab pada akhirnya, keberhasilan pemerintahan tidak diukur dari seberapa jauh warga mampu menjangkau kantor pemerintah, melainkan dari seberapa dekat pemerintah mampu menjangkau warganya. (Toga Nainggolan)
Polsek Deli Tua Gelar Kegiatan &039Police Go To School&039
Sumut 6 menit lalu
Terlibat Aksi Rusak Rumah dan Jarah Warung Saat Tawuran, Pelaku Curat Diamankan Polres Pelabuhan Belawan.
Peristiwa 36 menit lalu
Dua Terduga Spesialis Curanmor Ditangkap Polsek Medan Kota, Nekat Beraksi di Sejumlah Lokasi
Medan satu jam lalu
Polres Sergai dan Polsek Pantai Cermin Gerebek Sarang Narkoba di Kota Pari, Dua Pelaku Ditangkap.
Peristiwa 2 jam lalu
Menkeu Purbaya Kena Reshuffle Mendadak, Pasar Keuangan Berpotensi Tertekan
Peristiwa 2 jam lalu
Polisi menggagalkan aksi tawuran antar sekelompok anak muda yang hendak terjadi di kawasan Simpang Tanjung Purba, Nagori Cingkes.
Peristiwa 2 jam lalu
Wali Kota Wesly Diwakili Sekda Junaedi Hadiri Pesta OlobOlob GKPS Resort Siantar III.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDANMEDAN Penantian panjang kepengurusan definitif Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) akhirnya beruj
Politik 3 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan meningkatkan pengamanan pasca kericuhan.
Peristiwa 3 jam lalu
Ditresnarkoba Polda Sumut mengamankan Heri Fareja alias Erik (24) di Jalan Ring Road, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.
Medan 3 jam lalu