POSMETRO MEDAN, Langkahan- Kondisi terkini pascabencana di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara masih menghadapi dampak serius pascabanjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November–Desember 2025 lalu. Lihat foto-foto wartawan posmetromedan.id yang turun ke lokasi.
Bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan kerusakan parah di sejumlah desa, terutama di empat desa yakni, Desa Bukit Linteung, Kampung Lubok Pusaka, Desa Geudumbak, dan Kampung Matang Keutapang.
Di mana ratusan rumah warga rata dengan tanah dan hanya puluhan unit yang tersisa. Diperkirakan sekitar 350–359 rumah hilang tersapu banjir, sementara beberapa warga masih hilang dan belum ditemukan hingga kini.
Baca Juga:
Aliran deras air dan material longsor juga menyisakan tumpukan kayu dan kerikil besar yang menutup akses jalan, membuat sebagian wilayah masih terisolasi dan susah dijangkau oleh bantuan.
Pemerintah bersama berbagai instansi terus melakukan upaya respon darurat dan pemulihan setelah bencana. Tim dari Kementerian Kehutanan dan unsur TNI maupun PU masih menurunkan alat berat untuk membersihkan material kayu sisa banjir, membuka kembali akses jalan, serta membantu pembersihan fasilitas umum seperti sekolah.
Baca Juga:
Selain itu, BNPB dan pihak terkait bekerja bersama membuka akses jalan utama dan membersihkan bekas terjangan banjir untuk mempercepat pemulihan sarana transportasi dan layanan dasar.
Tim medis dari Dinas Kesehatan Aceh (EMT) terus memberikan pelayanan kesehatan di titik-titik pengungsian di Langkahan.
Ratusan warga—termasuk lansia, anak-anak, dan ibu hamil—menerima pemeriksaan, pengobatan, serta edukasi kesehatan di posko pengungsian. Meski begitu, pengungsi masih menghadapi keterbatasan air bersih dan fasilitas higiene di beberapa tempat.
Tim dari universitas dan organisasi lokal juga berpartisipasi memberikan bantuan pangan, sandang, dan kebutuhan dasar kepada warga yang masih terisolir dan terdampak banjir.
Banjir dan longsor di Aceh Utara telah menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi dari rumahnya dan merendam permukiman di banyak desa termasuk Langkahan. Evakuasi dilakukan ke berbagai titik pengungsian, meskipun distribusi logistik sempat tersendat karena putusnya jaringan dan rusaknya akses jalan.