Minggu, 01 November 2026

Asal Muasal Bendungan Lau Simeme, dari Ide di Meja ITB hingga Dibangun 33 Tahun Kemudian

Evi Tanjung - Minggu, 01 November 2026 15:43 WIB
Asal Muasal Bendungan Lau Simeme, dari Ide di Meja ITB hingga Dibangun 33 Tahun Kemudian
ist
Bendungan Lau Simeme yang diresmikan Presiden Jokowi 2024 lalu

POSMETRO MEDAN, Sibiru biru -- Pembangunan Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, ternyata bukan ide baru. Gagasan membangun bendungan di aliran Sungai Lau Simeme telah muncul sejak 33 tahun lalu, tepatnya tahun 1991. Bendungan tersebut baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2024 lalu.

Baca Juga:

Bendungan Lau Simeme adalah bendungan tipe zonal timbunan batu (tidak seperti Bendungan jaman Belanda ) tinggi 69,5 meter dari sungai, panjang puncak 205 meter dan luas area genangan 125,84 hektare. Bendungan berkapasitas tampung 21,07 juta meter kubik ini dibangun untuk memasok air baku sebesar 3.000 liter per detik.

Ide pembangunan bendungan ini digagas pertama kali pada tahun 1991. Setahun kemudian, pada tahun 1992, mulai dilakukan studi kelayakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian pada tahun 2003, tim dari Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Konstruksi fisik baru dimulai pada bulan Oktober 2017.

Bendungan ini berlokasi Di Desa Pertumbukan,Kuala Sabah, Rumah Gerat,Sarilaba,Sarilaba Juli,Sarilaba Jahe ,Kuala Dekah,Bulu Gading ,Sarilaba Trumbuh Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Lokasi tersebut berada di Daerah Aliran Sungai Belawan-Ular-Padang dan dikelola oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

ini Aktor yang terlibat dalam proyek : ITB sebagai verifikator lapangan awal, USU sebagai penyusun AMDAL, Presiden Joko Widodo yang menetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), serta kontraktor pelaksana KSO PT Wijaya Karya - PT Bumi Karsa dan KSO PT Pembangunan Perumahan - PT Andesmont Sakti dengan total anggaran APBN Rp 1,65 triliun

Bendungan ini dibangun karena dua alasan utama. Pertama, untuk memenuhi kebutuhan air baku Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang yang terus meningkat hingga 3.000 liter/detik.Selanjutnya untuk pengendalian banjir kota Medan Deli Serdang, pengembangan sektor irigasi Pertanian PLTA (Pembangkit Listrik) Parawisata Ekonomi dan konsevasi air

Prosesnya pembangunan Lau Simeme sangat panjang dan bertahap. Setelah wacana tahun 1991-1992 dan studi AMDAL tahun 2003-2004, proyek sempat mangkrak lebih dari 10 tahun karena terkendala pembebasan lahan dan status kawasan hutan. Pada akhir 2017, pemerintah pusat menetapkan sebagai Proyek Strategis Nasioal (PSN) dan membangun dalam 4 paket pekerjaan meliputi jalan masuk, terowongan pengelak, bangunan pelimpah, dan tubuh bendungan utama. Tahun 2022 Progres fisik mencapai 62% dan , 78,5% pada akhir 2023, akhirnya dilakukan pengisian air awal (impounding) pada semester I 2024 sebelum diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober 2024.(Drt)

Tags
beritaTerkait
Dua Alun-Alun Kecamatan Mulai Dibangun, Pagar Merbau Disiapkan Jadi Sentral Baru Ekonomi Masyarakat
Kisah Siswa MAN 2 Padangsidimpuan, Taklukkan ITB Jalur SNBT
komentar
beritaTerbaru