Halo Warga Tapteng, Anggota Keluarga Siapa Ini? Ditemukan Kerangka Mayat, Kondisi Sudah tak Utuh Lagi
Penemuan Kerangka Mayat Diduga Korban Bencana Alam di Tukka, Polres Tapteng Imbau Warga yang Kehilangan Anggota Keluarga
Sumut 37 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi sorotan setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan potensi kerugian negara mencapai Rp1,33 triliun dalam pengelolaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Temuan tersebut kini telah berkembang ke tahap penyidikan oleh Kejaksaan Negeri Karawang.
Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Semester II-2025 BPK mengungkap sejumlah kelemahan serius dalam tata kelola KPRBTN, mulai dari ribuan sertifikat rumah yang belum terselesaikan, keberadaan sertifikat yang tidak jelas dan diketahui keberadaannya hingga dugaan penggunaan 1.215 debitur joki dengan nilai kredit mencapai Rp628,45 miliar.
Baca Juga:
"Angsuran kredit diduga dibiayai oleh pengembang PT Bumi Artha Sedayu (BAS), " tulis BPK dalam laporannya.
Penyidik Kejari Karawang juga menemukan indikasi manipulasi data debitur, penggunaan dokumen palsu, serta pencairan kredit terhadap rumah yang belum selesai dibangun bahkan belum berdiri sama sekali. Dugaan penyimpangan tersebut melibatkan proyek perumahan yang dikembangkan PT Bumi Artha Sedayu (BAS).
Baca Juga:
Di tengah kasus tersebut, rasio kredit bermasalah (NPL) KPR komersial BTN tercatat mencapai 5,2 persen atau sekitar Rp5,8 triliun per Maret 2026, jauh di atas batas ideal industri perbankan. BTN bahkan menyumbang sekitar 31,5 persen dari total NPL KPR nasional.
Meski demikian, BTN membantah adanya kredit fiktif dan menyatakan telah melakukan berbagai langkah perbaikan, termasuk memperketat verifikasi debitur, memperkuat pengawasan kredit, serta menindaklanjuti rekomendasi BPK.
Corporate Secretary BTN, Ramon Armando menegaskan kredit yang menjadi sorotan bukan kredit fiktif karena rumah dan fasilitas pembiayaannya ada secara nyata.
"BTN saat ini tengah melakukan langkah-langkah tindak lanjut secara bertahap dan menyeluruh atas rekomendasi dimaksud," ujar Ramon.
Sementara itu, BPK mendesak BTN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran KPR dan mempercepat penyelamatan kredit bermasalah. (deempatbelas.com)
Penemuan Kerangka Mayat Diduga Korban Bencana Alam di Tukka, Polres Tapteng Imbau Warga yang Kehilangan Anggota Keluarga
Sumut 37 menit lalu
Penjaga Rumah Eks Jampidsus Meninggal dengan Mulut Berbusa Sehari Sebelum Febrie Adriansyah Ditahan.
Peristiwa 2 jam lalu
30 Tahun Tanpa Gelar, Nadeo Argawinata Bertekad Bawa Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026.
Sport 2 jam lalu
Sambut HUT ke 25, Demokrat Binjai Gelar Dialog Interaktif
Sumut 3 jam lalu
Bobol Bengkel Las, Residivis Rayap Besi Diamankan Polsek Medan Kota, Rekannya Buron.
Kriminal 4 jam lalu
Mengenal dari dekat sosok Roma Hotpasu Simanungkalit yang lolos di 2 PTN bergengsi.
Profil 4 jam lalu
Bupati Dairi bersama Forkopimda Lepas dan Sambut Dandim 0206/Dairi
Medan 9 jam lalu
Dumas Presisi Berbuah Hasil, Satresnarkoba Polres Labusel Ringkus Pengedar Sabu di Bis II Kampung Rakyat Dengan Barang Bukti 3,41 Gram
Sumut 9 jam lalu
Pemko Sibolga Pererat Silaturahmi dengan Pemko Padang Sidempuan melalui Pertandingan Persahabatan
Sumut 10 jam lalu
Putra Batak Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H.yang kini diangkat menjabat Jampidum.
Profil 10 jam lalu