Deli Serdang–Sergai Bahas Perbedaan Peta Batas Wilayah
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zainal Abidin Hutagal
Sumut 28 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Venezuela - Nyaris 2.000 orang tewas akibat gempa kembar dahsyat berkekuatan 7,2 magnitudo yang mengguncang Venezuela.
Sepekan setelah bencana tersebut, kini banyak warga Venezuela yang kesusahan mencari makan dan terpaksa tidur di jalan karena rumahnya rusak.
Diyakini masih ada puluhan ribu orang belum diketahui nasibnya dan dikhawatirkan terjebak reruntuhan akibat gempa.
Baca Juga:
Operasi pencarian dan penyelamatan yang intens untuk menemukan korban-korban yang terjebak di bawah reruntuhan terus dilakukan, meskipun jendela waktu kritis selama 72 jam untuk bertahan hidup telah berlalu.
Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNHCR, seperti dilansir AFP, Rabu (1/7/2026), melaporkan bahwa "kekurangan makanan terjadi secara luas, layanan dasar lumpuh, dan saluran komunikasi sebagian besar terputus" di kota pelabuhan La Guaira, yang menjadi wilayah terdampak gempa paling parah.
Baca Juga:
"Mereka membagikan pasokan di sini, tetapi terkadang orang-orang nyaris saling membunuh demi makanan...suasananya seperti sabung ayam," tutur salah satu warga La Guaira, Daniela Armas (18), yang berprofesi sebagai pedagang dan mengalami luka-luka akibat gempa.
Informasi terbaru, yang disampaikan Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyebutkan bahwa jumlah korban tewas kembali bertambah menjadi sedikitnya 1.943 orang. Lebih dari 10.500 orang lainnya, sebut Rodriguez, mengalami luka-luka.
Dia juga mengumumkan bahwa hampir 6.500 orang telah diselamatkan dari reruntuhan di La Guaira. Namun angkat tersebut diperkirakan mendekati 20.000 orang jika mencakup mereka yang berhasil menyelamatkan diri atau dibantu oleh keluarga mereka.
Banyak warga Venezuela mengungkapkan kemarahan atas lambatnya respons pemerintah terhadap bencana ini, terutama saat kondisi negara yang bergulat dengan krisis ekonomi selama beberapa dekade, yang melemahkan infrastruktur dan layanan kesehatan.
Badan pengungsi PBB tersebut melaporkan bahwa pihaknya membutuhkan dana sebesar US$ 14,85 juta (Rp 266,4 miliar) untuk meningkatkan penyaluran bantuan dan penyediaan tempat perlindungan bagi 30.000 orang selama enam bulan.
"Ketegangan di tengah masyarakat meningkat seiring masih terbatasnya akses terhadap bantuan," ujar juru bicara UNHCR, Carlotta Wolf, dalam laporannya. (DetikNews)
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zainal Abidin Hutagal
Sumut 28 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kota Medan terus meningkatkan kualitas fasilitas publik dengan menjawab kebutuhan penerangan jalan di se
Medan satu jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Pemerintah Kota Medan terus mendorong penataan ruang publik yang berkualitas dan mampu memberikan manfaat nyata bag
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,JAKARTA Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menjajaki skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pengemban
Sumut 2 jam lalu
MATITI BELUM USAI KUASA HUKUM MINTA APARAT BONGKAR UTUH RANGKAIAN PERISTIWA 12 SEPTEMBER
Sumut 3 jam lalu
Anggota DPR RI Musa Rajekshah meninjau pembangunan dinding penahan banjir di Tebing Tinggi.
Sumut 4 jam lalu
Pengusaha Konstruksi Lokal Bersama PERMADA Turun ke Jalan, Desak Klarifikasi Polemik Paket Proyek Disdik Langkat
Sumut 4 jam lalu
Lima Ekor Lembu Milik Warga Ditemukan Mati Diduga Diracun di Perkebunan Serbelawan
Sumut 4 jam lalu
Dua Pelaku Curat Toko Rp 157 Juta Dibekuk Satreskrim Binjai.
Sumut 4 jam lalu
Diulosi di Istana Maimun, Sultan Deli Doakan Mubes I dan Pelantikan DPP HBB
Sumut 5 jam lalu