Selasa, 15 September 2026

Wow! Ribuan Warga Negara Indonesia Ganti Kewarganegaraan

Faliruddin Lubis - Rabu, 15 Juli 2026 22:39 WIB
Wow! Ribuan Warga Negara Indonesia Ganti Kewarganegaraan
DOK/RRI
Paspor dan KTP Indonesia.

POSMETRO MEDAN, Jakarta - Kementerian Hukum menemukan hampir 8.000 warga negara Indonesia (WNI) mengajukan permohonan pelepasan kewarganegaraanIndonesia dalam lima tahun terakhir. Alasan permohonan tersebut beragam, mulai dari faktor pribadi, pekerjaan, hingga peluang kehidupan di negara lain.

Melihat fenomena ini, dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dian Azmawati menyampaikan kekhawatirannya. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko brain drain atau kehilangan sumber daya manusia terbaik bagi Indonesia.

Baca Juga:

Menurutnya, migrasi internasional bukan fenomena baru karena telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Pergerakan manusia terjadi akibat berbagai faktor mulai dari sejarah, ekonomi, hingga perkembangan dunia.

Ia menjelaskan bangsa Indonesia juga memiliki sejarah panjang terkait perpindahan manusia dari berbagai wilayah. Perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi membuat mobilitas masyarakat semakin mudah dilakukan.

Baca Juga:

"Kalau melihat data dari media, ada ribuan WNI yang berpindah kewarganegaraan ke negara lain. Fenomena migrasi internasional sebenarnya sudah berjalan sejak lama dan menjadi bagian kehidupan manusia," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia mengatakan era globalisasi membuat masyarakat lebih cepat mengetahui peluang kehidupan di berbagai negara. Informasi mengenai pendidikan, pekerjaan, serta kondisi ekonomi luar negeri kini semakin mudah diakses.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut turut mendorong sebagian anak muda mencari kesempatan di luar Indonesia. Bahkan, munculnya narasi 'kabur aja dulu' di media sosial menjadi gambaran keresahan sebagian masyarakat.

"Ketika banyak anak muda memilih keluar negeri hingga mempertimbangkan pindah kewarganegaraan, pemerintah perlu melihatnya sebagai sinyal penting. Apalagi jika terjadi dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat," ujarnya.

Dian meminta agar pemerintah perlu memahami faktor pendorong fenomena tersebut secara lebih mendalam. Evaluasi kebijakan diperlukan agar Indonesia tetap mampu memberikan peluang bagi generasi muda di dalam negeri.

Tags
beritaTerkait
Cukur Australia 2-0, Timnas Indonesia U-20  Lolos
Wagub Surya Dorong Garuda Buka Kembali Rute Kualanamu–Nias, Angkat Ekonomi dan Pariwisata
FBS Unimed Tuan Rumah Lake Toba Writers Festival 2026, Perkuat Kolaborasi Sastra dan Budaya
KUA Parlilitan Humbahas Juara di  MTQ KORPRI Nasional VIII di Sulawesi Selatan
Brimob Polda Sumut Ingatkan Pengendara: Jangan Lupa Pakai Helm...
Pemkab Humbahas dan Yonif TP 955 HS Padamkan Kebakaran Lahan Warga di Simangaronsang
komentar
beritaTerbaru