Senin, 02 November 2026

Wow! Ribuan Warga Negara Indonesia Ganti Kewarganegaraan

Faliruddin Lubis - Rabu, 15 Juli 2026 22:39 WIB
Wow! Ribuan Warga Negara Indonesia Ganti Kewarganegaraan
DOK/RRI
Paspor dan KTP Indonesia.

POSMETRO MEDAN, Jakarta - Kementerian Hukum menemukan hampir 8.000 warga negara Indonesia (WNI) mengajukan permohonan pelepasan kewarganegaraanIndonesia dalam lima tahun terakhir. Alasan permohonan tersebut beragam, mulai dari faktor pribadi, pekerjaan, hingga peluang kehidupan di negara lain.

Melihat fenomena ini, dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dian Azmawati menyampaikan kekhawatirannya. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko brain drain atau kehilangan sumber daya manusia terbaik bagi Indonesia.

Baca Juga:

Menurutnya, migrasi internasional bukan fenomena baru karena telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Pergerakan manusia terjadi akibat berbagai faktor mulai dari sejarah, ekonomi, hingga perkembangan dunia.

Ia menjelaskan bangsa Indonesia juga memiliki sejarah panjang terkait perpindahan manusia dari berbagai wilayah. Perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi membuat mobilitas masyarakat semakin mudah dilakukan.

Baca Juga:

"Kalau melihat data dari media, ada ribuan WNI yang berpindah kewarganegaraan ke negara lain. Fenomena migrasi internasional sebenarnya sudah berjalan sejak lama dan menjadi bagian kehidupan manusia," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia mengatakan era globalisasi membuat masyarakat lebih cepat mengetahui peluang kehidupan di berbagai negara. Informasi mengenai pendidikan, pekerjaan, serta kondisi ekonomi luar negeri kini semakin mudah diakses.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut turut mendorong sebagian anak muda mencari kesempatan di luar Indonesia. Bahkan, munculnya narasi 'kabur aja dulu' di media sosial menjadi gambaran keresahan sebagian masyarakat.

"Ketika banyak anak muda memilih keluar negeri hingga mempertimbangkan pindah kewarganegaraan, pemerintah perlu melihatnya sebagai sinyal penting. Apalagi jika terjadi dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat," ujarnya.

Dian meminta agar pemerintah perlu memahami faktor pendorong fenomena tersebut secara lebih mendalam. Evaluasi kebijakan diperlukan agar Indonesia tetap mampu memberikan peluang bagi generasi muda di dalam negeri.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mempersilakan masyarakat Indonesia untuk mencari negara lain apabila merasa masa depan Indonesia suram. Ia menilai, masyarakat Indonesia semestinya bersatu dan bergotong royong agar Indonesia bangkit menjadi negara kaya.

"Yang ragu-ragu silakan duduk di rumah aja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain, silakan, tidak ada yang melarang," kata Prabowo dalam acara puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.

Ia juga meminta masyarakat Indonesia tidak memiliki sifat dengki, curiga, dan suka mencaci maki. Menurut dia, sifat asli bangsa Indonesia adalah saling memaafkan, mengerti, mengasihi, dan membantu.

"Kalau di Indonesia mohonlah mari, mari kita bersatu, mari kita gotong royong, mari kita kerja sama. Yang kuat bantu yang lemah, yang lemah kerjasama yang baik, insyaallah kita akan bangkit, saudara-saudara," ucapnya.(RRI)

Tags
beritaTerkait
Prestasi Gemilang, Tim Riset MAN 1 Padangsidimpuan Raih Medali Perak Ajang Kreasi 2026 di Yogyakarta
Tapanuli Utara Tuan Rumah Rakernas V MPK di Indonesia, 250 Peserta Hadir dari Seluruh Indonesia
UNIMED, UM, dan UPI Sosialisasikan Website GastroLingua sebagai Inovasi Pembelajaran Bahasa Berbasis Gastronomi
KSR PMI UINSU Medan Raih Juara II Lomba Pertolongan Pertama Se-Kota Medan
Mengenal dari Dekat Sosok Putu Simbolon Cetak Sejarah Punya IPK Sempurna 4,0 di UI
Kanwil Kemenag Sumut dan MUI Teken MoU, Sinergi Penguatan Pembinaan Keagamaan
komentar
beritaTerbaru