Selasa, 04 Agustus 2026
Tutup Diklat Manajemen Risiko,

Kabadiklat Harli Siregar Beri Lima Instruksi Strategis untuk Perkuat Tata Kelola Kejaksaan

Salamuddin Tandang - Selasa, 04 Agustus 2026 21:27 WIB
Kabadiklat Harli Siregar Beri Lima Instruksi Strategis untuk Perkuat Tata Kelola Kejaksaan
ist
Kabadiklat Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, S.H., beri ucapan selamat kepada para jaksa yang ikuti Pelatihan Manajemen Risiko Angkatan I dan II Tahun 2026 di Aula Sasana Adhika Karya, Kampus A Badan Diklat Kejaksaan RI, Jakarta, Senin (3/8/2026).

POSMETRO MEDAN,JAKARTA –Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., secara resmi menutup Pelatihan Manajemen Risiko Angkatan I dan II Tahun 2026 di Aula Sasana Adhika Karya, Kampus A Badan Diklat Kejaksaan RI, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Pelatihan yang diikuti pejabat eselon III dan IV Kejaksaan RI tersebut menjadi bagian dari upaya Badan Diklat dalam memperkuat kapasitas aparatur sekaligus membangun budaya kerja yang adaptif, akuntabel, dan berintegritas di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Harli Siregar menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran, mulai dari pendalaman materi, pembahasan studi kasus, simulasi hingga evaluasi, merupakan investasi strategis bagi penguatan kapasitas kelembagaan Kejaksaan.

Baca Juga:

Ia mengapresiasi kesungguhan, kedisiplinan, serta komitmen seluruh peserta selama mengikuti pelatihan.

"Keberhasilan menyelesaikan pelatihan ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang harus Saudara wujudkan secara nyata di tempat tugas masing-masing," tegas Harli.

Baca Juga:

Menurutnya, Badan Diklat Kejaksaan RI kini telah melakukan reposisi peran yang lebih strategis. Lembaga pendidikan Kejaksaan tidak lagi sekadar menjadi penyelenggara kegiatan pembelajaran administratif, tetapi telah bertransformasi sebagai penggerak pengembangan kapabilitas institusional Kejaksaan Republik Indonesia dalam mendukung kualitas penegakan hukum menuju Indonesia Emas 2045.

"Pemahaman dan keahlian manajemen risiko yang telah Saudara peroleh harus menjadi instrumen utama dalam mengawal akuntabilitas, integritas, dan kualitas kinerja institusi," ujarnya.

Harli juga menekankan bahwa manajemen risiko bukan sekadar memenuhi ketentuan administrasi, melainkan harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Kemampuan mengenali, menganalisis, mengendalikan, serta memitigasi risiko, menurutnya, merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, memperkuat akuntabilitas, sekaligus memastikan tercapainya tujuan organisasi secara efektif.

Lima Instruksi Kabadiklat kepada Seluruh Alumni

Halaman:
Tags
beritaTerkait
Belum Ada Hasil, Mediasi Sengketa Hak Anggota DPRD Berlanjut
Tembak Kepala Pakai Pistol Revolver di Kamar Mandi
Kenal Lewat Aplikasi Kencan, Eh...Malah Kena Rampok, 1 Pelaku Didor Tim JCS dan Resmob
Pelajar SMA Meninggal Kecelakaan di Depan Sekolah Sultan Iskandar Muda Medan
Kepala Bapenda Medan,  Apresiasi  Keberhasilan Tim Penagihan Tunggakan Pajak Juli 2026 dengan Nilai Rp 1,4 Miliar
Polsek Medan Tuntungan Gerebek Judi Tembak Ikan, Mesin dan Uang Rp2,67 Juta Disita
komentar
beritaTerbaru