Senin, 31 Agustus 2026

Presiden Prabowo Perintahkan 1.000 Perwira TNI dan Polri untuk Edukasi Warga Terkait Bahaya Bakar Lahan

P. Silalahi - Minggu, 30 Agustus 2026 18:30 WIB
Presiden Prabowo Perintahkan 1.000 Perwira TNI dan Polri untuk Edukasi Warga Terkait Bahaya Bakar Lahan
JPNN
Presiden Prabowo Subianto.

POSMETRO MEDAN- Dalam penanganan karhutla yang sedang berlangsung di berbagai penjuru Indonesia, Presiden Prabowo Subianto tidak memilih untuk hanya menerima laporan dari Jakarta. Presiden pun turun langsung.

Setelah memimpin rapat penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 22 Agustus 2026, Prabowo terbang ke Riau dan Sumatera Selatan dua hari kemudian.

Di Pekanbaru, Riau, ia memimpin rapat di Lanud Roesmin Nurjadin. Di Palembang, Sumatera Selatan, ia mengambil alih komando di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla.

Baca Juga:

Dari dua rapat itu lahir satu instruksi yang tegas dan konkret: pemerintah pusat menyiapkan sekitar 1.000 perwira dari TNI dan Polri untuk diturunkan ke daerah-daerah terdampak.

Tugas mereka bukan hanya membantu pemadaman, tapi juga menjangkau tingkat desa untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang bahaya dan larangan pembakaran lahan.

Baca Juga:

Prabowo --sebagaimana dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @Desas Desus Cerdas yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Minggu 30 Agustus 2026-- menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar adalah tindakan yang dilarang keras, tanpa pengecualian.

Bagi masyarakat yang memang membutuhkan pembukaan lahan baru, pemerintah menyediakan jalur resmi: lapor ke kepala desa, camat atau bupati, dan pemerintah akan memfasilitasi secara terorganisasi melalui kelompok tani.

Presiden juga menyebut Kredit Usaha Rakyat sebagai salah satu instrumen pendanaan yang bisa diakses masyarakat untuk membuka lahan secara legal dan aman.

Pendekatan edukasi ini bukan satu-satunya jalur yang ditempuh. Prabowo juga memerintahkan penegakan hukum yang tidak pandang bulu — termasuk terhadap korporasi. Ia secara terbuka mengancam akan mencabut seluruh izin perusahaan yang terbukti atau terindikasi menyuruh atau membiarkan pembakaran lahan.

Di Sumatera Selatan saja, kepolisian sudah menangani 15 laporan polisi terkait karhutla dan menetapkan 17 orang sebagai tersangka — bukti bahwa proses hukum berjalan bersamaan dengan operasi pemadaman.

Langkah yang tidak biasa juga muncul: Prabowo meminta tim penerjun payung TNI atau freefall ikut dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla. Ia mengingatkan bahwa kemampuan militer elite itu tidak seharusnya hanya tampil dalam upacara. Presiden juga menginstruksikan penambahan alat berat untuk memperkuat operasi darat.

Data dari Riau menggambarkan skala persoalan yang sedang dihadapi. Hingga 23 Agustus 2026, BPBD Riau mencatat 306 hotspot dengan tujuh titik masih aktif terbakar. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, luas lahan terbakar di Riau mencapai 16.277,50 hektare dengan 10.514 hotspot dan 521 titik api terkonfirmasi. Prabowo mengapresiasi kerja jajaran yang sudah menangani sekitar 15.000 hektare, namun meminta TNI dan Polri terus bekerja untuk menuntaskan sekitar 900 hektare yang saat itu masih tersisa.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat yang sama mengusulkan agar masyarakat yang selama ini terbiasa membuka lahan dengan cara membakar dikumpulkan dan diberikan pemahaman langsung — bukan sekadar larangan dari atas, tapi dialog yang membangun kesadaran dari bawah.

Pendekatan itu sejalan dengan pesan Prabowo bahwa masalah karhutla bukan hanya soal api, tapi soal kebiasaan dan pemahaman masyarakat yang harus diubah secara bertahap.

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Pemkab Humbahas dan Yonif TP 955 HS Padamkan Kebakaran Lahan Warga di Simangaronsang
TNI dan PTPN IV Pacu Ketahanan Pangan, Pilot Project Kedelai 1.000 Hektare Dimulai di Simalungun
Cegah Karhutla, Polres Dairi Gelar Rakor Lintas Sektoral di Silahisabungan
Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Polsek Silima Pungga-pungga Imbau Warga Jangan Bakar Lahan Hutan
Antisipasi Bencana dan Karhutla, Polres Karo Cek Kesiapan Sarana dan Prasarana
Bakar Lahan, 3 Pria Ini Diamankan
komentar
beritaTerbaru