Minggu, 23 Agustus 2026

KPK Mulai Cium Bau Korupsi Proyek Whoosh, Tanah Negara Malah Dijual Kembali ke Negara

Administrator - Selasa, 11 November 2025 11:38 WIB
KPK Mulai Cium Bau Korupsi Proyek Whoosh, Tanah Negara Malah Dijual Kembali ke Negara
Istimewa
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih, Jakarta.

Meski begitu, KPK belum bisa membeberkan detail perkembangan kasus karena masih berada di tahap penyelidikan.

Dugaan penggelembungan anggaran proyek Whoosh juga pernah disinggung oleh mantan Menko Polhukam Mahfud MD.

Baca Juga:

Dalam video di kanal YouTube-nya (14 Oktober 2025), Mahfud menyebut biaya pembangunan per kilometer di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, sedangkan di China hanya 17–18 juta dolar AS.

"Naik tiga kali lipat. Siapa yang menaikkan, dan uangnya ke mana? Ini harus diselidiki," ujar Mahfud.

Baca Juga:

Diselidiki Sejak Awal 2025

Sebelumnya, KPK diketahui melakukan penyelidikan terhadap dugaan penggelembungan anggaran atau mark up proyek kereta cepat Whoosh.

"Saat ini sudah pada tahap penyelidikan," kata Pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu saat dihubungi wartawan pada 27 Oktober 2025.

Kemudian, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyebut, dugaan penggelembungan anggaran proyek kereta cepat tersebut diselidiki sejak awal tahun 2025.

"Adapun penyelidikan perkara ini sudah dimulai sejak awal tahun," kata Budi pada 27 Oktober 2025.

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
Terseret OTT KPK, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diduga Terlibat Pengondisian Mahasiswa Baru
OTT KPK... !!!  Rektor dan 2 Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman Terjaring
HM Nezar Djoeli Minta KPK Hentikan Opini Tak Bertanggung Jawab Soal Raja Juli Antoni
DPN LKLH Meminta KPK Pantau Kinerja PT Agrinas Palma Nusantara dan Selesaikan Konflik Agraria serta Audit KSO
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Melvi Marlabayana Targetkan 61.170 Pohon Pengganti Ditanam di Medan
KPK Sikat 12 Bupati, Tapi Gubernur Belum Ada yang Tersentuh
komentar
beritaTerbaru