Hal senada juga diungkapkan Kasi Binadik Lapas Muara Bungo, Tiopan P. Situmorang. Dia menekankan bahwa pembinaan mental dan spiritual menjadi fokus utama selama bulan Ramadhan.
"Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian. Kami ingin memastikan bahwa WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan pembinaan rohani yang kuat. Dengan kebersamaan seperti ini, semangat mereka untuk berubah semakin tumbuh," jelasnya.
Baca Juga:
Sementara itu, Kepala Pengamanan Lapas (KPLP), Bapak Ilham Kurniadi, memastikan bahwa kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa mengurangi makna kekeluargaan.
"Kami tetap mengedepankan aspek keamanan, namun dengan pendekatan yang humanis. Alhamdulillah, kegiatan berlangsung lancar. Ini menunjukkan bahwa suasana kondusif dapat tercipta ketika semua pihak saling menghargai dan menjaga ketertiban," ungkapnya.
Baca Juga:
Tampak, saat momen dalam kegiatan tersebut, suasana paling mengharukan terjadi saat azan Magrib berkumandang. Doa dipanjatkan bersama, air mata haru pun tak terbendung dari sebagian keluarga yang akhirnya dapat berbuka puasa bersama orang terkasih meski dalam keterbatasan.
Senyum, pelukan, dan doa menjadi bukti bahwa di balik tembok tinggi, harapan dan cinta tetap tumbuh tanpa batas,melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Muara Bungo kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aturan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
"Ramadhan kali ini menjadi saksi bahwa perubahan selalu dimulai dari hati dan keluarga adalah bagian penting dari perjalanan itu," pungkasnya.(Hap)
Tags
beritaTerkait
komentar