Ini Pesan Wesly Silalahi untuk Pengurus Pusat GPI
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menggelar temu ramah dengan pengurus pusat GPI.
Berita 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta- Ruang publik di media sosial tak pernah kehabisan bahan pembahasan. Utamanya yang menyangkut video 'pemersatu bangsa'. Belum lama ini, warganet kembali dihebohkan dengan beredarnya link video syur full durasi tanpa sensor perempuan hot berkebaya.
Berdasarkan penelusuran di media sosial X, sejumlah akun anonim membagikan dua video berdurasi masing-masing 45 detik. Si pemeran perempuan kebaya cokelat muda terlihat lebih dominan memainkan ritme permainan dibanding dari sang pria.
Dalam penggalan salah satu video yang viral memperlihatkan seorang pria tanpa busana berpose terlentang di kasur dalam kondisi pasrah.
Baca Juga:
Sedangkan, pemeran perempuan terlihat masih mengenakan kebaya cokelat muda dengan bawahan batik warna cokelat tua memeragakan tindakan asusila. Pemeran perempuan dan laki-laki terus beradegan layaknya pasangan suami istri.
Dalam video tidak disebutkan di mana lokasi pasangan mesum ini melakukan adegan panas tersebut.
Baca Juga:
Namun di balik ramainya perburuan link tersebut, pakar keamanan digital justru mengingatkan adanya ancaman serius yang mengintai pengguna internet.
Perlu menjadi catatan, di era digital, satu klik pada tautan mencurigakan bisa membuka jalan bagi penipu untuk mencuri data pribadi, membobol akun, bahkan menguras rekening hanya dalam hitungan menit. Banyak korban tertipu karena link terlihat "normal" dan dikirim lewat chat, SMS, email, atau media sosial.
Modus Penipuan Semakin Beragam
Pelaku kejahatan siber kini menggunakan berbagai cara agar korban tertarik membuka link tertentu. Modus yang paling sering ditemukan antara lain:
Undangan pernikahan digital
Informasi paket tertahan
Pengumuman hadiah atau giveaway
Video viral
Bantuan sosial palsu
Informasi lowongan kerja
Tagihan atau surat tilang palsu
Link tersebut biasanya dibuat menyerupai situs resmi agar korban percaya.
Risiko Besar Setelah Klik Link Mencurigakan
Data Pribadi Dicuri
Saat korban membuka situs palsu dan memasukkan informasi pribadi, pelaku bisa memperoleh username dan password, nomor telepon, email, data identitas, dan kode OTP. Data ini kemudian dapat digunakan untuk aksi penipuan lanjutan.
Banyak korban kehilangan akun media sosial karena login di halaman palsu. Setelah akun dikuasai, pelaku biasanya menipu kontak korban, menyebar spam, meminta uang kepada teman korban.
Platform seperti Instagram, Facebook, X dan TikTok menjadi sasaran yang paling sering ditiru.
Rekening dan E-Wallet Bisa Dikuras
Beberapa tautan berbahaya mengarahkan korban untuk mengisi data mobile banking atau dompet digital. Bahkan ada yang diam-diam memasang aplikasi berbahaya di ponsel korban.
Akibatnya saldo rekening hilang, transaksi ilegal terjadi, dan akses mobile banking diambil alih.
Ponsel Terinfeksi Malware
Link tertentu dapat menyisipkan malware atau spyware ke perangkat. Program jahat ini mampu mencuri foto dan kontak, membaca SMS OTP, memantau aktivitas pengguna, mengendalikan ponsel dari jarak jauh. Korban sering tidak menyadari perangkatnya sudah disusupi.
Beberapa ciri link mencurigakan:
-Alamat situs aneh dan tidak resmi
Banyak angka atau simbol mencurigakan
Nama domain mirip tapi berbeda sedikit
Meminta login mendadak
Mendesak korban bertindak cepat
Karena itu, pengguna internet diminta lebih teliti sebelum membuka tautan apa pun.
Untuk mengurangi risiko kejahatan siber, jangan klik link dari sumber tidak dikenal, periksa alamat situs dengan teliti, jangan pernah memberikan kode OTP, aktifkan verifikasi dua langkah, gunakan antivirus dan rutin memperbarui sistem perangkat, serta akses layanan penting hanya melalui aplikasi atau situs resmi.
Kesadaran digital menjadi kunci utama agar tidak menjadi korban penipuan online. Ingat, satu klik pada link mencurigakan bisa membawa kerugian besar. (fajar)
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menggelar temu ramah dengan pengurus pusat GPI.
Berita 5 jam lalu
Sekda Binjai Ikuti Raker Komisi II DPR RI, Bahas Penataan PPPK dan Relaksasi Belanja Pegawai Daerah.
Sumut 5 jam lalu
Bupati Karo, Antonius Ginting, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin (8/6/2026).
Sumut 5 jam lalu
Ny. Neni Angelina JTP Hutabarat Dukung Pertanian Ramah Lingkungan Melalui Pengembangan Agens Hayati.
Sumut 5 jam lalu
Badan Narkotika Nasional (BNN) dikabarkan menangkap 20 orang lebih atas dugaan penyalahgunaan narkoba.
Inter-Nasional 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Semangat membangun jejaring internasional dan memperkuat kapasitas jurnalis perempuan menjadi sasar utama audiensi
Medan 6 jam lalu
Timnas Indonesia Sikat Mozambik di GBK! Ole Romeny Jadi Pahlawan, Garuda Catat Kemenangan Kedua FIFA Matchday.
Sport 6 jam lalu
Isu dugaan praktik makelar proyek dan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, yang belakangan terus menjadi perbincangan publik
Medan 7 jam lalu
Sinergi Pencegahan Narkoba, Fokus RNI dan Winner Putera Puteri Pemulihan Sumut Audiensi ke BNNK Deli Serdang
Sumut 7 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Mengasah kemampuan dalam menembak tentunya sangat diperlukan sebagai bentuk melatih diri dalam keterampilan menemb
Sumut 9 jam lalu