POSMETRO MEDAN,Medan - Kapolrestabes Medan, Komisaris Besar Polisi Jean Calvijn Simanjuntak, menggebrak dengan strategi baru dalam pemberantasan kejahatan di ibu kota Sumatera Utara.
Ia menyatakan akan fokus memutus mata rantai kriminalitas dengan menyasar para penadah barang hasil kejahatan, yang ia sebut sebagai bagian dari siklus supply and demand (pasokan dan permintaan).
Menurut Calvijn, keberadaan penadah membuat aksi kejahatan seperti pencurian terus subur karena pelaku memiliki pasar yang pasti untuk menjual barang hasil curiannya.
Baca Juga:
"Kenapa supply and demand? Karena ada kebutuhan di situ dan ada penyaluran di situ. Ini yang akan kita putus mata rantainya," ujar Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Sabtu (18/10/2025).
Berdasarkan riset awal yang dilakukannya, Calvijn menemukan sudah ada standar harga untuk barang-barang curian di pasar gelap Kota Medan. Ia mencontohkan harga besi bekas hasil curian yang dihargai di kisaran Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per kilogram.
Baca Juga:
"Itu sudah kita data. Saya baru 8 hari di sini. Dengan 8 hari saja, sudah ada puluhan kasus yang kita tangani," ungkapnya
Calvijn menegaskan bahwa pemberantasan jaringan penadah ini akan menjadi pintu masuk (entry point) untuk menekan angka kejahatan secara lebih luas. Menurutnya, jika pasar untuk barang ilegal ini ditutup, maka motivasi pelaku untuk melakukan kejahatan akan menurun.
"Saya mau ini adalah entry point. Ini adalah pintu masuk kita supaya tidak ada lagi terjadi penjualan dan penadahan," tegasnya.
Lebih lanjut, mantan Direktur Narkoba Polda Sumatera Utara ini menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah menciptakan dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh warga.
"Saya ingin masyarakat Kota Medan merasakan keamanan itu. Kalau tidak dirasakan, ya, tidak ada gunanya kita kerja keras seperti ini," kata Calvijn.
Ia juga menekankan posisinya dan jajarannya sebagai pelayan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta dukungan dan masukan dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberantas berbagai tindak pidana yang masif, termasuk narkoba, kejahatan jalanan, dan premanisme.
"Kami hadir di sini sebagai pelayan Bapak Ibu sekalian. Tolong kami diberikan masukan-masukan yang berarti dan informasi-informasi agar kami bisa melakukan tugas dengan baik," pungkasnya.(DAM)
Tags
beritaTerkait
komentar