Rabu, 01 April 2026

Kapolrestabes Medan Petakan Tiga Wilayah Paling Rawan Kejahatan, Percut Sei Tuan Jadi Sorotan Utama

Administrator - Minggu, 19 Oktober 2025 06:18 WIB
Kapolrestabes Medan Petakan Tiga Wilayah Paling Rawan Kejahatan, Percut Sei Tuan Jadi Sorotan Utama
Ist
Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak ungkap wilayah dengan tingkat kriminal paling tinggi

POSMETRO MEDAN, Medan - Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., MМ.Н., membeberkan tiga wilayah hukum polsek yang memiliki tingkat kerawanan kejahatan tertinggi di Kota Medan. Ia menekankan bahwa area-area ini menjadi atensi khusus dan memerintahkan jajarannya untuk bertindak cepat atas setiap laporan masyarakat.

"Ada kecamatan dengan tindak pidana kejahatan begal paling tinggi. Ini jadi konsen kapolsek untuk bekerja sama dengan pemerintah terkait," ujar Calvijn dalam keterangannya saat konferensi pres, Sabtu (18/10/2025).

Secara spesifik, Calvijn menyoroti Kecamatan Percut Sei Tuan sebagai wilayah dengan kasus begal tertinggi.

"Khusus begal, kecamatan paling tinggi adalah wilayah Percut Sei Tuan. Kapolsek Tembung, ini PR Anda! Ini akan ditangani bersama dengan Kasat Reskrim dan saya sendiri," tegasnya.

Selain Percut Sei Tuan, dua wilayah lain yang juga menjadi perhatian serius untuk kasus begal adalah Kecamatan Medan Selayang yang masuk dalam wilayah hukum Polsek Sunggal, dan wilayah hukum Polsek Pancurbatu.

Lebih lanjut, Calvijn merinci peringkat kejahatan pencurian atau yang diistilahkannya 'rayap' besi dan kayu. Peringkat pertama diduduki oleh wilayah hukum Polsek Medan Tembung, diikuti oleh Kecamatan Medan Kota di posisi kedua, dan Kecamatan Medan Timur di posisi ketiga.

Untuk kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu atau 'pompa', Polsek Medan Tembung kembali menempati urutan teratas, disusul oleh wilayah Polsek Medan Area dan Polsek Pancurbatu.

Melihat tingginya angka kejahatan di satu area, Calvijn menyatakan akan memberikan dukungan penuh. "Kita akan 'keroyok' Polsek Medan Tembung dengan mem-backup untuk mengungkap tiga kasus tadi: begal, rayap besi/kayu, dan pompa. Ini PR kapolsek!" katanya.

Perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya itu juga mengungkap modus operandi para pengguna narkoba 'pompa' yang kerap beraksi di gang-gang, pinggir jalan, tepi sungai, rumah kosong, hingga barak narkoba.

Sebagai langkah antisipasi, ia mendorong para kapolsek untuk berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan. "Saya kasih tahu supaya kapolsek bisa melakukan koordinasi dengan stakeholder. Mungkin bisa pasang CCTV di sini dan lain-lain," imbuhnya.

Editor
: Evi Tanjung
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru