Rabu, 11 Februari 2026

Terungkap! Sosok Bocah 12 Tahun yang Diduga Membunuh Ibu Kandungnya Ternyata ...

Jafar Sidik - Minggu, 14 Desember 2025 16:51 WIB
Terungkap! Sosok Bocah 12 Tahun yang Diduga Membunuh Ibu Kandungnya Ternyata ...
Kondisi kediaman korban yang sudah diberi garis polisi.(Reza)

POSMETRO MEDAN-Kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Medan Sunggal, sangat menyita perhatian publik, terlebih setelah terungkap bahwa terduga pelaku merupakan anak kandung korban sendiri yang masih berusia 12 tahun.

Dari hasil penelusuran Posmetro Medan, ternyata sosok terduga pelaku dikenal sebagai anak berprestasi serta berkepribadian pendiam. Benarkah?

Menurut ibu mertua korban, nenek terduga pelaku, cucunya yang berinisial AL dikenal sebagai anak yang sangat tertutup, jarang berbicara, serta memiliki suara yang lembut. Dalam keseharian, AL dinilai tidak pernah menunjukkan perilaku kasar atau agresif.

Baca Juga:

"Anaknya itu pendiam kali, gak banyak bicara. Suaranya lembut, sopan. Memang badannya besar, bahkan lebih tinggi sekitar tiga sentimeter dari kakaknya," ujar nenek yang akrab dipanggil Opung oleh AL.

Opung menjelaskan, secara fisik AL memang terlihat lebih besar dibandingkan anak seusianya. Namun, hal itu tidak pernah dianggap sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan, karena sikap dan perilakunya justru cenderung tenang dan patuh.

Baca Juga:

Selain itu, hubungan AL dengan ibunya selama ini dinilai baik-baik saja. Dalam aktivitas sehari-hari, AL kerap menghabiskan waktu di rumah dan fokus pada sekolah. Pada akhir pekan, keluarga kecil tersebut sering menghabiskan waktu bersama di pusat perbelanjaan.

"Setiap Sabtu atau Minggu mereka sering jalan ke mall. Kadang bertiga, kadang sama kakaknya juga. Tidak pernah ada cerita ribut besar," tambah Opung yang tinggal di kawasan Jalan Binjai.

Dari sisi pendidikan, AL diketahui menempuh pendidikan di salah satu sekolah yang cukup ternama di Kota Medan. Di sekolahnya, AL dikenal memiliki prestasi akademik yang baik dan jarang terlibat masalah disiplin. Fakta ini membuat pihak keluarga, guru, hingga warga sekitar tidak menyangka AL terlibat dalam perkara pembunuhan.

Sejumlah tetangga yang ditemui di sekitar lokasi kejadian juga mengungkapkan hal serupa. Mereka mengenal AL sebagai anak yang sopan, tidak banyak tingkah, dan jarang bermain di luar rumah hingga larut malam.

"Kami tahunya dia anak baik. Kalau lewat pun jarang bicara, cuma senyum," ujar salah seorang warga setempat.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumah dengan sejumlah luka tusukan. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pihak keluarga sebelum akhirnya dilaporkan ke kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada keterlibatan anak korban sendiri.

Hingga kini, pihak Polrestabes Medan masih terus melakukan pendalaman kasus. Kapolrestabes Medan menyatakan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara ekstra hati-hati mengingat terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

Penyidik melibatkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), petugas perempuan, serta pendamping psikolog untuk menggali keterangan secara menyeluruh, termasuk kondisi kejiwaan dan latar belakang psikologis terduga pelaku.

"Kasus ini tidak bisa disimpulkan secara tergesa-gesa. Kami juga melibatkan psikolog anak untuk mengetahui kondisi mental yang bersangkutan," ujar pihak kepolisian dalam keterangannya.

Pihak keluarga berharap proses hukum dapat berjalan secara adil dan manusiawi, serta mengungkap fakta yang sebenarnya di balik peristiwa memilukan tersebut. Sementara masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi berlebihan dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

Kasus ini menjadi perhatian luas dan membuka kembali diskusi publik tentang kesehatan mental anak, peran keluarga, serta pentingnya deteksi dini terhadap tekanan psikologis yang mungkin dialami anak, meski tampak berprestasi dan berperilaku baik di lingkungan sosialnya.(Reza)

Tags
beritaTerkait
Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
Komisaris–Direksi Kompak Jalankan Transformasi, Bank Sumut Bidik Kinerja Lebih Kompetitif
Brimob dan Warga Dirikan Hunian Tetap Korban Banjir di Tolang Julu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, 3 Pelaku Diamankan di Setia Budi Medan
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir
komentar
beritaTerbaru