Jumat, 13 Februari 2026

Jermal Digempur Bandar Besar Masih Bebas, Warga: Jangan Kendor Kapolrestabes Medan, Kami di Belakangmu!

Administrator C
Administrator - Rabu, 31 Desember 2025 23:58 WIB
Jermal Digempur Bandar Besar Masih Bebas, Warga: Jangan Kendor Kapolrestabes Medan, Kami di Belakangmu!
IST
Pengugkapan kasus di Mapolrestabes Medan termasuk narkoba di Jermal15.

POSMETRO MEDAN,Medan — Sepanjang tahun 2025, kawasan Jermal dan sejumlah titik rawan narkoba di Kota Medan digempur aparat kepolisian.

Di bawah kepemimpinan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak, operasi besar-besaran dilakukan dengan menyisir dan merobohkan hampir seluruh lapak serta barak narkoba yang selama ini dikenal kebal hukum.

Penertiban tersebut menjadi salah satu capaian paling menonjol Polrestabes Medan menjelang akhir tahun 2025. Hampir seluruh wilayah hukum Polrestabes Medan dilaporkan telah "dibersihkan", dengan metode penindakan tegas hingga membumihangusan barak narkoba yang selama ini menjadi pusat peredaran dan konsumsi barang haram.

Baca Juga:

Namun di balik gencarnya operasi tersebut, satu nama besar yang disebut sebut masih menjadi sorotan publik, GS alias Guntur, yang diduga kuat sebagai bandar besar pengendali jaringan narkoba di kawasan Jermal dan sekitarnya.

Hingga penghujung 2025, sosok ini disebut-sebut belum berhasil ditangkap, memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Baca Juga:

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasca-gempuran aparat, aktivitas peredaran narkoba tidak sepenuhnya hilang, melainkan bergeser ke wilayah Selambo dan sejumlah daerah pinggiran lainnya.

Pola ini dinilai sebagai strategi lama jaringan narkoba: berpindah lokasi untuk menghindari tekanan aparat, sambil menunggu situasi kembali longgar.

Meski demikian, langkah tegas Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn tetap menuai dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat Sumatera Utara. Tokoh masyarakat Drs Safwan Khayat, tokoh agama Ustadz Zulfikar Hajar, kalangan akademisi, hingga warga di kawasan terdampak menyatakan dukungan terbuka terhadap upaya pemberantasan narkoba yang dinilai tidak pandang bulu.

"Langkah Kapolrestabes Medan sudah benar dan harus didukung penuh. Jangan berhenti di lapak dan barak saja, tapi harus sampai ke bandar besarnya. Kami masyarakat berdiri di belakang kepolisian," tegas Drs Safwan Khayat, dalam pernyataannya.

Ia juga menekankan agar momentum 2025 tidak berhenti sebagai pencitraan semata, melainkan menjadi pondasi kuat untuk penuntasan jaringan narkoba secara menyeluruh di tahun 2026.

Publik kini menaruh harapan besar pada kelanjutan kinerja Polrestabes Medan. Tantangan ke depan dinilai lebih berat: membongkar jaringan di balik layar, menangkap bandar besar, serta mencegah pergeseran lokasi peredaran narkoba ke wilayah lain.

Memasuki tahun 2026, pesan masyarakat pun tegas dan jelas, "Jangan kendor Kapolrestabes Medan. Kami di belakangmu!" (TIM)

Tags
beritaTerkait
Langkah Tegas Kombes Jean Calvijn Sikat Mafia BBM, Amankan Belasan Ton Solar Subsidi
Polrestabes Medan Bongkar Jaringan Mafia BBM Subsidi, 14 Ton Solar  Disita,  10 Tersangka Diamankan
Pemasoknya Lari, 2 Pengedar Sabu Diringkus dari Dua Lokasi Berbeda di Bilah Hilir
Polres Tanah Karo Ungkap Ladang Ganja di Desa Cinta Rakyat, 33 Batang Tanaman Disita
Polsek Panai Tengah Akhirnya Grebek Sarang Narkoba di Teluk Sentosa
Timsus Ditresnarkoba Polda Sumut Gagalkan Peredaran 500 Gram Sabu
komentar
beritaTerbaru