Sejumlah warga mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mereka menilai peredaran narkoba kini terasa semakin berani dan seolah tidak pernah benar-benar berhenti.
Baca Juga:
"Nama itu sudah lama disebut-sebut. Jaringannya sampai ke Tanjung Haloban. Kami khawatir kalau ini terus dibiarkan," ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut sumber lain, jaringan ini diduga bekerja melalui sejumlah perantara di berbagai titik. Pola peredaran yang rapi membuat sabu dengan mudah beredar dari tangan ke tangan, bahkan menjangkau wilayah yang lebih luas.
Baca Juga:
Situasi ini membuat masyarakat mempertanyakan keseriusan aparat dalam memerangi narkoba di wilayah tersebut. Warga berharap aparat penegak hukum, khususnya kepolisian di wilayah Bilah Hilir, tidak menutup mata terhadap informasi yang berkembang.
"Kalau memang benar ada jaringan besar, harus dibongkar sampai ke akar. Jangan sampai masyarakat menganggap bandar narkoba melenggang bebas bergerak," kata seorang tokoh masyarakat.
Kapolsek Bilah Hilir, AKP Armen Faisal dihubungi Via WhatsApp mengatakan, "Trmksh infonya Pak." Katanya singkat.
Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Hardiyanto, akrab dipanggil "Didot", melalui Kanit Reskrim Polsek Bilah Hilir, IPDA R M Sihombing dikonfirmasi Via WhatsApp sebut,
"Trims bg infonya kita gas," ujarnya.
Kini publik menunggu langkah nyata aparat penegak hukum untuk menelusuri kebenaran informasi yang berkembang. Jika dugaan tersebut benar, masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu demi memutus mata rantai peredaran sabu. (KY)
Tags
beritaTerkait
komentar