Rabu, 01 April 2026

Jambret Mengganas di Rantau Prapat, Rasa Aman Warga Terancam, Polisi Diminta Gerak Cepat

Evi Tanjung - Selasa, 31 Maret 2026 21:45 WIB
Jambret Mengganas di Rantau Prapat, Rasa Aman Warga Terancam, Polisi Diminta Gerak Cepat
ist
Tersangka yang berhasi diamankan

POSMETRO MEDAN, Rantau Prapat Labuhanbatu — Aksi penjambretan di wilayah Rantau Prapat kian meresahkan. Dalam beberapa waktu terakhir, warga mengaku dihantui rasa takut saat beraktivitas, terutama pada pagi dan malam hari. Sejumlah titik jalan yang relatif sepi disebut menjadi lokasi rawan para pelaku melancarkan aksinya.

Hal ini dikatakan salah satu warga setelah beredar dan viral CCTV penjambretan di media sosial yang terjadi di Jalan Ahmad Dahlan Kamis 26 Maret 2026 sekira pukul 18.15 Wib lalu. Rantau Prapat Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Selasa, (31/3/2026).

Setelah beredar dan viral di media sosial sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik aksi penjambretan ponsel milik seorang warga. Dalam video tersebut, tampak korban sedang menggunakan handphone miliknya di pinggir jalan, kemudian secara tiba-tiba dirampas oleh pelaku yang langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor bersama rekannya.

Peristiwa yang sudah viral di media sosial, Kamis (26/3/2026) sekira pukul 18.15 WIB di Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara. Saat itu, korban tidak sempat mempertahankan handphone miliknya meski sempat berteriak meminta pertolongan.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu M. Jihad Fajar Balman, S.Tr.K., S.I.K. menjelaskan bahwa berdasarkan laporan korban dan hasil penyelidikan, tim Opsnal Pidum berhasil mengidentifikasi pelaku. Minggu (29/3/2026) sekira pukul 20.00 WIB, petugas mendapatkan informasi keberadaan pelaku dan langsung melakukan penangkapan di Jalan Urip Sumodiharjo, di sebuah warung nasi goreng.

Petugas berhasil mengamankan pelaku berinisial ASH (37), warga Kecamatan Rantau Utara, beserta barang bukti berupa 1 unit handphone merk iPhone 13 milik korban.

"Sementara satu orang lagi tampak terlihat dari rekaman CCTV pakai baju hitam, celana hitam, duduk diatas kereta tanpa plat BK diduga teman pelaku, belum ditangkap." Ujar warga.

Kasat Reskrim, M Jihad Fajar Balman, dikonfirmasi Via WhatsApp mengatakan, "masih DPO ya,masih di cari keberadaan DPO 1 orang lagi," ujar Kasat Reskrim.

Keresahan ini bukan tanpa alasan. Warga menilai aksi jambret sudah mulai mengganas. Bahkan, ada dugaan pelaku sebelum beraksi sudah memetakan lokasi-lokasi yang dianggap empuk.

Masyarakat pun mulai mempertanyakan keamanan di wilayah mereka. Rasa aman yang selama ini dirasakan kini perlahan memudar. Warga berharap ada langkah nyata dari aparat kepolisian untuk menekan angka kejahatan tersebut.

"Polisi harus lebih sering patroli, terutama di titik rawan. Jangan sampai ada lagi masyarakat jadi korban," tambah warga lainnya.

Warga juga meminta pihak kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku DPO 1 orang lagi agar memberikan efek jera. Mereka menilai tindakan cepat dan tegas sangat dibutuhkan untuk mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat. (KY)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru