Jembatan Rambing Putus dan Permukiman Tergenang Akibat Banjir di Tukka dan Pandan
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak sore hingga malam bikin sungai meluap.
Sumut 16 detik lalu
POSMETRO MEDAN,Medan - Satreskrim Polrestabes Medan mengungkap sindikat prostitusi online yang mengeksploitasi anak di bawah umur. Dalam kasus ini, ada empat pelaku yang ditangkap petugas kepolisian, mulai dari bos hingga anak buahnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis memerinci keempat pelaku adalah EL, BP, RRP dan seorang wanita berinisial IPS. Sementara korban eksploitasi adalah dua perempuan berusia 15 tahun. Para pelaku menjual korban melalui aplikasi MiChat.
"Kita berhasil melakukan pengungkapan terhadap tindak pidana prostitusi yang melibatkan anak, di mana kita berhasil mengamankan empat orang (pelaku)," kata Adrian, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga:
Adrian menyebut pengungkapan ini dilakukan di salah satu hotel di Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Sunggal, pada 1 Mei 2026. Di lokasi tersebut, petugas kepolisian menemukan keempat pelaku bersama dengan kedua korban.
Keempat pelaku ini, kata Adrian, memiliki peran yang berbeda-beda. Rinciannya, pelaku EL merupakan bos yang mengelola prostitusi online itu. Sementara pelaku BP bertugas untuk mencari pelanggan, pelaku RRP menjemput dan mengantar korban serta pelaku IPS yang mencari tamu.
Baca Juga:
"Di (aplikasi) itu disebarkan foto-foto daripada si anak ini. Untuk kegiatan ini sudah berlangsung selama enam bulan," jelasnya.
Perwira menengah Polri itu mengatakan kedua anak di bawah umur ini dipekerjakan untuk memuaskan nafsu pria hidung belang.
Untuk sistem short time, para korban dijual seharga Rp 350 ribu per satu pelanggan. Setelah selesai melayani pelanggan, anak di bawah umur itu hanya dibayar sekitar Rp 150 ribu, sedangkan sisanya diambil oleh pelaku EL untuk pembayaran hotel dan yang lainnya.
"Jadi, untuk uang 350.000 tadi, dibagi antara anak dan juga si bosnya. Sementara 3 pelaku lainnya itu digaji oleh bosnya itu, tidak mendapatkan uang keuntungan dari pembayaran tamu tadi," kata Adrian.
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Dearma Sinaga mengatakan para korban sudah sekitar 6 bulan dipekerjakan para pelaku. Sementara para pelaku diduga sudah menjalankan aksi prostitusi online itu selama kurang lebih satu tahun. Namun, sejauh ini, pihak kepolisian masih mendalaminya.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak sore hingga malam bikin sungai meluap.
Sumut 16 detik lalu
POSMETRO MEDAN,LUBUK PAKAM Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Deli Serdang menggelar Pelatihan Konten Kreator Kehumasan untuk mening
Sumut 28 menit lalu
POSMETRO MEDAN,PERCUT SEI TUAN Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretar
Sumut 39 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kabupaten Deli Serdang menampilkan beragam produk kerajinan dan karya perajin
Sumut 52 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag mengingatkan para lulusan ag
Medan 2 jam lalu
Personel Sat Lantas Polres Dairi Gugur Saat Jalankan Tugas di Lokasi Kebakaran Sidikalang
Sumut 4 jam lalu
Kompol Jan Piter Napitupulu, S.H., M.H. salah satu perwira menengah Polri yang memiliki perjalanan karir yang cukup menarik.
Profil 5 jam lalu
Polres Tanjungbalai resmi menyerahkan penggunaan Jembatan Merah Putih Presisi kepada masyarakat di Jalan Lingkar Selatan.
Sumut 6 jam lalu
Polda Sumut dan Polres Humbahas Tetapkan 24 Tersangka Kasus Penyerangan di Matiti Humbahas
Peristiwa 7 jam lalu
TNI AL (Posal) Polewali Mandar, Lanal Mamuju mengamankan warga Desa Bajoe, Kecamatan Binuang, beserta barang bukti narkoba.
Inter-Nasional 8 jam lalu