25 Tahun Posmetro Medan, Kenangan Mahadahsyat yang Tak Terlupakan
25 Tahun Posmetro Medan, Dari &ldquoBayi Ajaib&rdquo hingga Bertahan di Era Digital.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Banyak orang menyadari lingkar pinggang mereka
bertambah besar seiring bertambahnya usia, bahkan ketika berat badan secara keseluruhan tidak berubah drastis. Selama ini, kondisi tersebut sering dikaitkan dengan pola makan atau berkurangnya aktivitas fisik. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada proses biologis di dalam tubuh yang mungkin turut berperan dalam membuat lemak perut lebih mudah menumpuk saat seseorang menua. Melansir Science Daily, (30/6/2026), para peneliti dari City of Hope menemukan jenis sel punca baru yang muncul seiring proses penuaan dan diduga menjadi pemicu pembentukan lemak perut dalam jumlah lebih besar.
Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science dan dinilai dapat membantu menjelaskan mengapa perut cenderung membesar saat memasuki usia paruh baya.
Mengapa perut lebih mudah membesar saat bertambah usia? Lemak yang menumpuk di area perut bukan hanya masalah penampilan.
Menurut para peneliti, kelebihan lemak perut telah dikaitkan dengan metabolisme yang melambat, penuaan yang lebih cepat, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan berbagai penyakit kronis lainnya. Meski perubahan komposisi tubuh saat menua telah lama diketahui, alasan pasti mengapa lemak lebih banyak terkumpul di area perut masih menjadi tanda tanya. Penelitian terbaru ini mengarah pada adanya perubahan pada sel-sel yang berada di jaringan lemak tubuh. "Orang sering kehilangan massa otot dan mengalami peningkatan lemak tubuh saat bertambah usia, bahkan ketika berat badan mereka tetap sama," kata penulis studi sekaligus profesor endokrinologi molekuler dan seluler City of Hope, Qiong (Annabel) Wang.
"Kami menemukan bahwa penuaan memicu munculnya jenis baru sel punca dewasa dan meningkatkan kemampuan tubuh memproduksi sel lemak baru, terutama di sekitar perut," lanjutnya.
Terdapat sel yang memicu pembentukan lemak baru
Tim peneliti memusatkan perhatian pada jaringan lemak putih (white adipose tissue), yaitu jaringan utama yang menyimpan cadangan lemak dalam tubuh. Selama ini, para ilmuwan mengetahui bahwa sel lemak yang sudah ada dapat membesar seiring bertambahnya usia. Namun, mereka menduga ada mekanisme lain yang ikut berperan, yakni pembentukan sel lemak baru. Untuk mengujinya, peneliti mempelajari adipocyte progenitor cells (APCs), yaitu sel punca yang dapat berkembang menjadi sel lemak.
Hasilnya menunjukkan bahwa APC dari hewan yang lebih tua menghasilkan jauh lebih banyak sel lemak baru dibandingkan APC dari hewan muda.
Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan membentuk lemak dalam jumlah besar sudah melekat pada sel tersebut seiring proses penuaan.
Sel khusus muncul saat memasuki usia paruh baya Melalui analisis genetik tingkat lanjut, peneliti menemukan bahwa sebagian APC berubah menjadi kelompok sel baru yang disebut committed preadipocytes age-specific (CP-As). Sel ini ditemukan muncul secara khusus saat proses penuaan dan memiliki kemampuan tinggi untuk menghasilkan sel lemak baru. Menurut ketua Departemen Endokrinologi Molekuler dan Seluler City of Hope, Adolfo Garcia-Ocana, temuan ini menjadi bukti pertama bahwa perut dapat membesar karena meningkatnya produksi sel lemak baru.
"Sementara sebagian besar sel punca dewasa kehilangan kemampuan berkembang seiring bertambahnya usia, APC justru menunjukkan hal sebaliknya. Penuaan membuka kemampuan sel ini untuk berkembang dan menyebar," ujarnya.
Temuan serupa juga ditemukan pada manusia Peneliti kemudian menganalisis sampel jaringan manusia dari berbagai kelompok usia. Hasilnya, mereka menemukan sel yang sangat mirip dengan CP-As dan jumlahnya lebih banyak pada individu usia paruh baya dibandingkan kelompok usia lebih muda. Sel tersebut juga menunjukkan kemampuan tinggi dalam membentuk sel lemak baru. Temuan ini mengindikasikan bahwa proses biologis yang ditemukan pada penelitian hewan kemungkinan juga terjadi pada manusia.
Menurut Wang, hasil penelitian tersebut menunjukkan pentingnya memahami pembentukan sel lemak baru dalam mengatasi obesitas yang berkaitan dengan usia.
"Memahami peran CP-As dalam gangguan metabolik dan bagaimana sel ini muncul selama proses penuaan dapat membuka jalan bagi solusi medis baru untuk mengurangi lemak perut serta meningkatkan kesehatan dan umur panjang," kata Wang. Meski masih membutuhkan penelitian lanjutan, para ilmuwan berharap temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan terapi baru untuk mencegah penumpukan lemak perut yang sering terjadi seiring bertambahnya usia.(red)
25 Tahun Posmetro Medan, Dari &ldquoBayi Ajaib&rdquo hingga Bertahan di Era Digital.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Kelas IA Khusus, Mardison, SH, melantik dua Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Kabupaten Deli Serdang meraih Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat nasional Tahun 2026 katego
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDANLebih sepekan, 3 jurnalis yang sudah samasama di ambang sore, bersama seorang anak muda tangguh, melakukan perjalanan kelilin
Editorial 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Asahan Gelombang aksi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (GEMPPAR) Asahan mengguncang sejumlah kantor pemerin
Peristiwa 12 jam lalu
Transportasi danau menjadi bagian penting bagi masyarakat sekaligus wisatawan yang datang ke Samosir.
Sumut 14 jam lalu
Bupati Humbahas Menyerahkan SK Perpanjangan PPPK Paruh Waktu
Sumut 15 jam lalu
Sidang KSOP Belawan, Saksi sebut Penerimaan Jasa Pelabuhan Sudah Disetor ke Negara
Medan 15 jam lalu
Tanggapi Dumas Presisi, Polsek Torgamba Amankan ZAS, 1,7 Gram Barang Bukti Disita
Sumut 16 jam lalu
Awalnya Ditangkap Warga Kasus Penggelapan Motor, Pria di Perbaungan Malah Kedapatan Kantongi Sabu
Sumut 17 jam lalu