DPD Tapanuli Utara Rayakan HUT Ke-1 dengan Penuh Kekeluargaan: “GMN Adalah Kita Semua”
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Kisah hubungan penculik dan korbannya yang saling benci, kemudian berubah jadi saling menyayangi memang sudah bukan hal baru di medium film. Bisa jadi, sudah ratusan film telah menggunakan formula yang sama. Namun, Film 'Panggil Aku Ayah' yang merupakan adaptasi dari film Korea Pawn, dengan caranya mampu membalut kisah klasik tersebut tetap punya sisi yang menarik.
Film drama menyentuh ini disutradarai Benni Setiawan yang didukung dua produser ternama Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari. Keduanya dikenal sebagai sosok di balik berbagai film keluarga yang sukses menyentuh hati penonton, seperti Jumbo dan Keluarga Cemara.
Hasilnya, film Panggil Aku Ayah hadir bukan sekadar adaptasi. Film ini justru jadi reinterpretasi ulang yang mengangkat nuansa lokal lebih kuat. Dalam balutan narasi drama yang menghangatkan, film ini menyentuh sisi terdalam tentang bagaimana keluarga bisa hadir bukan karena darah, tapi karena pilihan.
Film ini bercerita tentang dua penagih utang kelas teri yang tiba-tiba harus mengasuh seorang anak kecil akibat ulah mereka sendiri. Apa yang awalnya dimulai sebagai keterpaksaan perlahan berubah menjadi hubungan yang dipenuhi kasih sayang. Secara perlahan, penonton akan diajak melihat proses para tokoh menemukan sisi kemanusiaan mereka yang lama tertimbun oleh kerasnya hidup.
Cerita bermula saat seorang ibu tunggal, Rosa (Sita Nursanti) terpaksa 'menggadaikan' putrinya, Intan (Myesha Lin), pada penagih utang, Dedi (Ringgo Agus Rahman) dan Tatang (Boris Bokir). Awalnya, sang ibu berjanji akan kembali beberapa hari untuk membawa kembali putrinya sekaligus melunasi utang.
Namun, sang ibu justru pergi dan menghilang tanpa jejak. Dia membiarkan putrinya bersama dua penagih utang. Seperti sebuah kesialan, dua penagih utang itu kini pun harus mengasuh Intan.
Di rumah sang penagih utang, sang anak awalnya hanya dianggap sebagai beban. Namun, seiring waktu, ikatan emosional tumbuh di antara ketiganya, mengubah hubungan mereka menjadi keluarga yang hangat dan penuh kasih. Haru dan menghangatkan hati, itulah yang akan terjadi setelahnya.
Dengan premis melodrama seperti ini, sineas memang dibekali segudang dramatik adegan yang luas untuk menguras habis air mata penonton. Selama kurang lebih 2 jam, film ini akan memancing tangis penonton sesering mungkin. Sang sutradara benar-benar mampu menyulap tiap momen jadi terasa spesial.
Namun, menariknya, segmen menangis tak selalu berarti bersedih. Di beberapa adegan, segmen menangis itu justru jadi suguhan reflektif bagi penonton untuk memikirkan ulang makna kemanusian dan kekeluargaaan di tengah hidup yang sedang dijalani.
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pergeseran anggaran sebesar Rp503 miliar oleh Pemerintah Ka
Inter-Nasional 4 jam lalu
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN Gagalnya disahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Pemkab Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2026, me
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sej
Sumut 5 jam lalu
BHABINKAMTIBMAS HADIR MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN.
Sumut 8 jam lalu
Polsek Barusjahe Berikan Pembinaan dan Bimbingan kepada Siswa SMA Negeri 1 Barusjahe.
Sumut 9 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan menggelar acara pelepasan purna bakti Wakapolres.
Sumut 10 jam lalu
Polse Sianar Barat Cek Dugaan Curanmor di Jalan Simbolon Tindaklanjuti Laporan CC 110.
Sumut 11 jam lalu
Istana Pastikan Presiden Prabowo Lantik Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Siang Ini.
Inter-Nasional 12 jam lalu