Bank Sumut Salurkan Zakat Pegawai, 100 Anak Ikuti Khitan Massal
POSMETRO MEDAN,Medan PT Bank Sumut melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) kembali menggelar aksi sosial berupa khitan massal terhadap 100 an
Medan satu jam lalu
Dalam satu momen di tempat karoeke, mustahil mata penonton tak pilu melihat anak kecil dipekerjakan di sana. Terlebih, keputusan anak bekerja di sana bukan merupakan keinginan si anak atau bahkan orang tuanya, tetapi karena situasi yang begitu busuk yang membawa anak ke tempat seperti itu.
Film yang mengambil latar waktu di era awal 2000-an ini juga berhasil membangun suasana zaman itu dengan detail yang menarik. Tak sekadar estetika, elemen di zaman itu jadi kunci memajukan plot cerita.
Hal itu bisa dilihat di elemen telepon rumah dan pager yang pada zaman itu memang masih jadi alat komunikasi utama yang sangat penting. Kehadiran telepon di film ini sukses dimanfaatkan secara kreatif untuk mendorong alur cerita dan menciptakan momen dramatik yang khas pada zaman itu.
Tak hanya itu, salah satu detail lain yang mencuri perhatian dalam Panggil Aku Ayah ialah simbolisasi boneka dan celengan yang dibawa oleh Intan. Boneka merupakan hadiah dari sang ibu, sedangkan celengan ayam adalah pemberian dari dua penagih utang.
Di dalam film, boneka menjadi satu-satunya peninggalan Intan dari ibu yang masih dimilikinya. Boneka ini hadir menjadi simbol cinta, perlindungan, dan kehangatan yang masih membekas dalam ingatan sang anak.
Dalam banyak adegan, tampak Intan terus menggenggamnya, bahkan ketika berpindah-pindah tempat tinggal dan menjalani kehidupan yang tak pasti. Namun, di tengah adegan, muncul benda baru yang dimiliki si anak, yakni celengan ayam, pemberian dari Dedi dan Tatang.
Mereka memberi celengan ayam tersebut sebagai hadiah. Tampak sederhana, tapi pemberian itu menyimpan makna besar di dalam film. Celengan adalah lambang masa depan, tempat menyimpan harapan, bukan kenangan. Jika boneka menandai masa lalu, celengan ayam mewakili harapakan akan masa depan.
Perpindahan fokus anak dari hanya memegang boneka menjadi mulai mengisi celengan ayam menandai transformasi penting di film ini. Dalam film ini, sutradara Benni bisa dibilang berhasil memandu narasi cerita dan permainan metafora dengan tempo tenang.
Dia tak segan memberikan ruang bagi penonton untuk menyelami transformasi karakter dengan baik. Lewat dialog sederhana dan adegan-adegan hening yang penuh makna, film ini menunjukkan bagaimana pertemuan manusia bisa saling menyelamatkan. Anak kecil yang tak bersalah itu perlahan menjadi guru tentang cinta, empati, dan tanggung jawab.
Di luar itu, satu kekuatan lain film ini terletak pada performa aktingnya. Pemeran utama di film ini, yakni Dedi (Ringgo Agus) dan Tatang (Boris Bokir) mampu membawa naratif film ini leih hidup dan alami.
POSMETRO MEDAN,Medan PT Bank Sumut melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) kembali menggelar aksi sosial berupa khitan massal terhadap 100 an
Medan satu jam lalu
Karmila Purba menjadi orang Indonesia pertama yang tampil sebagai joki tong setan di Inggris.
Profil 9 jam lalu
Ditinggal 20 Menit Nonton Acara di Lapangan Merdeka Medan, Motor Driver Ojol Raib Dicuri
Peristiwa 9 jam lalu
Jerman Terpanggang Panas Ekstrem, Aspal Sampai Meleleh.
Inter-Nasional 9 jam lalu
Mantan Pejabat Bawaslu Sumut Diduga Rekayasa Status Pegawai untuk Pengajuan Pinjaman Bank, Nilainya Disebut Capai Miliaran Rupiah.
Medan 9 jam lalu
PT Hutama Karya (Persero) menggelar kegiatan Mozy Fun Run & Activation di kawasan Car Free Day (CFD).
Sumut 10 jam lalu
ABK Kapal Motor Emirates Tewas Mendadak Saat Melaut, TNI AL Bantu Lakukan Evakuasi.
Peristiwa 10 jam lalu
Logo dan Identitas Visual HUT Ke81 Kemerdekaan Indonesia.
Inter-Nasional 11 jam lalu
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay Tim Panser Harus Lembur buat Analisis, Lawan Hobi Main Keras.
Sport 11 jam lalu
Seorang pria di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Dolmansen Sipayung (36) menikam temannya, Edward Sembiring (52) hingga tewas.
Kriminal 12 jam lalu