Resmikan Kantor DPD Sumut, Hercules Minta Kader GRIB Tak Minder Dicap Organisasi Preman
POSMETRO MEDAN Ribuan kader dan anggota Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya memadati Kompleks JCity, Medan Johor, Minggu (2/8/2
Medan 18 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Banyak warga akhir-akhir ini mengeluhkan suhu udara yang terasa semakin panas dan cuaca yang sangat terik di berbagai daerah. Fenomena ini membuat banyak orang bertanya-tanya: apa yang sebenarnya menyebabkan cuaca panas di Indonesia belakangan ini?
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menjelaskan bahwa suhu panas yang dirasakan bahkan sejak pagi hingga malam hari merupakan akibat dari masa peralihan musim atau pancaroba. "Beberapa wilayah Indonesia belakangan ini mengalami suhu udara yang terasa lebih terik, bahkan di pagi dan malam hari. Fenomena ini erat kaitannya dengan masa peralihan musim atau pancaroba, dari kemarau menuju musim hujan," ujar Guswanto dilansir Kompas.com, Senin.
Menurutnya, pemanasan permukaan Bumi yang kuat turut memperburuk kondisi tersebut. Pada pagi hingga siang hari, radiasi sinar Matahari memanaskan permukaan Bumi secara intens karena langit yang cenderung cerah dan minim awan tebal, sehingga panas tidak terhalang. Hal ini menyebabkan suhu udara meningkat cukup signifikan.
Baca Juga:
"Pemanasan ini memicu pembentukan awan konvektif, terutama awan cumulonimbus (Cb), yang kemudian dapat menyebabkan hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat pada sore hingga malam hari," jelasnya.
Pancaroba Berlangsung hingga Pertengahan Oktober Lebih lanjut, Guswanto mengatakan bahwa bulan Oktober merupakan masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan.
Berdasarkan prediksi BMKG, periode pancaroba diperkirakan masih akan berlangsung hingga 16 Oktober 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia. "Pola cuaca menjadi tidak menentu, siang hari terasa panas ekstrem, sore hari turun hujan deras, dan malam hari masih terasa hangat karena kelembapan udara yang tinggi," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi udara panas yang dirasakan bukan merupakan gelombang panas. "Jadi, udara panas yang dirasakan pagi dan malam hari bukanlah gelombang panas, melainkan bagian dari dinamika atmosfer saat masa peralihan," kata Guswanto.
Meski fenomena ini wajar terjadi saat pancaroba, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir, yang sering muncul pada periode peralihan musim ini.
(wan/bbs)
POSMETRO MEDAN Ribuan kader dan anggota Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya memadati Kompleks JCity, Medan Johor, Minggu (2/8/2
Medan 18 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menorehkan prestasi membanggakan yang mengharumkan dun
Medan 2 jam lalu
Propam Selidiki Motif Istri Oknum Polisi Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan.
Peristiwa 2 jam lalu
Apel Gabungan Bependa Kota MedanAgha Novrian, Ingkatkan Pegawai Jaga Integritas Dan Standar Pelayanan.
Medan 2 jam lalu
Kadis SDABMBK Kahirul Azmi Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Integritas Dan Profesionalisme Dalam Pelaksanaan Program Kerja.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi secara resmi mengukuhkan lima Agen P
Medan 3 jam lalu
Pilot Malaysia yang Selundupkan Ekstasi Positif Sabu saat Terbangkan Pesawat.
Inter-Nasional 3 jam lalu
Dituduh Pungli, Kapus Tanjung Haloban Polisikan Oknum Nakes Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapsel Rafie Hajri Musaiyar Siregar, siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan (Tapsel) berhas
Sumut 3 jam lalu
Istri Oknum Polisi Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Milik Suami di Medan.
Peristiwa 3 jam lalu