Kamis, 02 April 2026

Warga Diimbau Hindari Paparan Langsung Matahari Pukul 10.00–16.00 WIB, Ini Saran BMKG

Administrator - Sabtu, 18 Oktober 2025 10:18 WIB
Warga Diimbau Hindari Paparan Langsung Matahari Pukul 10.00–16.00 WIB, Ini Saran BMKG
Istimewa
Ilustrasi cuaca panas

POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk menghindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan penyebab utama meningkatnya suhu panas pada Oktober ini adalah posisi gerak semu matahari yang berada di selatan ekuator. Selain itu, penguatan angin timuran atau Monsun Australia juga berperan membawa massa udara kering dan hangat.

"Akibatnya, pembentukan awan menjadi minim dan radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal," ujar Guswanto dilansir Kompas.com, Jumat (17/10/2025).

Guswanto mengingatkan agar masyarakat menghindari paparan langsung sinar Matahari dalam waktu lama pada pukul 10.00-16.00 WIB saat intensitas Matahari berada pada titik tertinggi. BMKG menyarankan agar masyarakat untuk menggunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan, termasuk topi, kacamata hitam, payung, dan tabir surya.

Mencukupi kebutuhan cairan atau perbanyak minum air putih agar tetap terhidrasi dan menurunkan suhu tubuh Mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis

Memantau secara berkala informasi cuaca terkini dan peringatan dini melalui situs resmi www.bmkg.go.id, akun media sosial BMKG, atau aplikasi Info BMKG.

Wilayah terdampak

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan, data mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35 derajat celsius menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia.

Wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi:

- Sebagian besar Nusa Tenggara

- Jawa bagian barat hingga timur

- Kalimantan bagian barat dan tengah

- Sulawesi bagian selatan dan tenggara

- Beberapa wilayah Papua

Pada Minggu (12/10/2025), suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8 derajat celsius di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (Nusa Tenggara Timur), dan Majalengka (Jawa Barat).

Kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6 derajat celsius di Sabu Barat (Nusa Tenggara Timur) pada Selasa (13/10/2025).

Namun suhu kembali meningkat pada Rabu (14/10/2025) yang berkisar antara 34–37 derajat celsius.

Beberapa wilayah seperti Kalimantan, Papua, Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur menunjukkan suhu maksimum 35–37 derajat celsius.

Wilayah Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) juga menunjukkan peningkatan suhu hingga 37,6 derajat celsius. "Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan," tutur Andri.

BMKG memperkirakan, cuaca panas ekstrem ini akan mulai mereda pada akhir Oktober hingga awal November 2025, bersamaan dengan meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah.

(wan/bbs)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru