Kapolres Tanjungbalai Hadiri Pengukuhan Paskibraka Kota Tanjung Balai
Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri, S.I.K., M.I.K., menghadiri upacara pengukuhan Pasukan Pengibara Bendera Pusaka Kota Tanjung Balai.
Sumut 27 menit lalu
Guru Besar Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Khoirul Rosyadi, menyoroti berbagai faktor penyebab perceraian di Indonesia.
Menurutnya, perceraian umumnya dipicu oleh ketidaksepahaman dan konflik dalam rumah tangga yang sulit diselesaikan, serta masalah ekonomi dan ketidakstabilan finansial keluarga.
Ia juga menambahkan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik fisik maupun psikis, kerap membuat hubungan menjadi tidak aman. "Selain itu, judi online turut menjadi faktor yang masih perlu dibuktikan lebih lanjut pengaruhnya terhadap perceraian," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Senin (27/10/2025).
Terkait dominasi gugatan cerai oleh pihak istri, Rosyadi menilai kondisi tersebut mencerminkan perubahan relasi gender serta meningkatnya kesadaran dan kemandirian perempuan dalam mengambil keputusan atas kehidupannya sendiri.
Meningkatnya otonomi perempuan
Sementara itu, Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS), Drajat Tri Kartono, mengatakan isu meningkatnya tingkat perceraian menarik untuk diperhatikan, karena angkanya tergolong tinggi.
Yang lebih menarik, menurutnya, adalah semakin banyaknya gugatan perceraian yang diajukan oleh perempuan. Artinya, inisiatif untuk bercerai kini lebih sering datang dari pihak perempuan.
Drajat menjelaskan, ada berbagai faktor penyebab perceraian, mulai dari persoalan klasik seperti perselingkuhan, ketidakpercayaan (trust issue), hingga KDRT, baik yang dilakukan laki-laki maupun perempuan, atau bahkan tekanan dari keluarga besar terhadap salah satu pihak. "Yang menarik, angka perceraian juga tinggi di pedesaan," ujarnya, terpisah.
Menurut Drajat, selain faktor struktural seperti kekerasan dan perselingkuhan, ada pula perubahan sosial yang turut mendorong meningkatnya angka perceraian. Salah satu faktor penting adalah meningkatnya otonomi perempuan. Berdasarkan penelitiannya terhadap laki-laki dan perempuan, Drajat menemukan bahwa banyak perempuan kini cenderung menunda pernikahan.
Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri, S.I.K., M.I.K., menghadiri upacara pengukuhan Pasukan Pengibara Bendera Pusaka Kota Tanjung Balai.
Sumut 27 menit lalu
Transaksi Sabu di Depan Gereja, Pria Berusia 41 Tahun Ini &039Gol&039
Peristiwa 57 menit lalu
Semarak HUT ke68 Korem 023/KS dan HUT ke81 RI, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga Ikuti Lomba Tradisional.
Sumut 2 jam lalu
Semangat Membumbung Tinggi, Lapas Lubuk Pakam Resmi Buka Pekan Olahraga HUT RI ke81
Sumut 2 jam lalu
Kapolrestabes Medan Pimpin Sertijab dan Pisah Sambut PJU, Tekankan Profesionalisme dan Soliditas.
Medan 2 jam lalu
Babinsa dan Tiga Pilar Turun ke Jalan, Bagikan Bendera untuk Kobarkan Nasionalisme.
Sumut 3 jam lalu
Pemusnahan Barang Bukti yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).
Peristiwa 16 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan masih menyelidiki seorang pria bermarga Situmorang, warga Tarutung, yang diduga menerima setoran togel.
Peristiwa 17 jam lalu
Bupati Karo Bersama Forkopimda Tinjau Kembali Penanganan Pasien Dugaan Keracunan MBG di RS Efarina Etaham.
Sumut 18 jam lalu
Posmetro Medan, Labuhanbatu Sebuah rumah yang diduga menjadi tempat aktivitas seorang bandar narkotika jenis sabu inisial AW alias Jaya dig
Kriminal 18 jam lalu