Kapolres Tanjungbalai Hadiri Pengukuhan Paskibraka Kota Tanjung Balai
Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri, S.I.K., M.I.K., menghadiri upacara pengukuhan Pasukan Pengibara Bendera Pusaka Kota Tanjung Balai.
Sumut 28 menit lalu
Perempuan saat ini, kata Drajat, memiliki urutan prioritas yang berbeda dibandingkan dengan zaman dulu. "Pilihan utama mereka bukan lagi menikah. Pertama, mereka ingin bekerja. Kedua, melanjutkan pendidikan. Ketiga, menikmati hidup dengan jalan-jalan. Baru yang keempat adalah menikah," jelasnya.
Sementara itu, bagi laki-laki, pilihan utama biasanya bekerja atau sekolah terlebih dahulu, baru kemudian menikah. Perempuan menunda pernikahan karena menganggap pernikahan sebagai ikatan yang membatasi kebebasan.
"Waktu mereka jadi tidak bebas, dan jika mereka bekerja, penghasilan mereka tidak bisa digunakan sepenuhnya untuk diri sendiri," kata Drajat.
Selain itu, menurunnya kepercayaan terhadap laki-laki juga menjadi alasan utama. Perempuan semakin ragu akan kesetiaan, tanggung jawab, dan kemampuan laki-laki untuk menjadi pasangan yang stabil. Fenomena ini juga dipengaruhi oleh banyaknya kasus perceraian dan konflik rumah tangga yang terjadi di kalangan publik figur dan tokoh masyarakat.
"Dari situ muncul pandangan bahwa membina keluarga itu berat, sementara laki-laki kini menghadapi tekanan besar dari persaingan ekonomi dan lemahnya tanggung jawab sebagai kepala keluarga," jelasnya.
Banyak perempuan yang menunda menikah
Drajat menambahkan, fenomena ini paling banyak terjadi di kalangan kelas menengah. "Kelas atas biasanya sudah mapan, sedangkan kelas bawah lebih cenderung menerima kondisi apa adanya. Nah, di kelas menengah ini persoalan banyak muncul," ujarnya.
Persaingan ekonomi yang semakin ketat membuat perempuan kini lebih aktif masuk ke dunia kerja. Ketika mereka sudah memiliki pendapatan sendiri, muncul keinginan untuk memiliki privilege, kebebasan menggunakan uang dan waktu mereka, serta kesempatan untuk sekolah atau mengembangkan diri tanpa batas. Akibatnya, penundaan pernikahan menjadi hal yang umum.
"Sebenarnya penundaan itu bagus jika digunakan untuk mematangkan diri. Tapi, di sisi lain, hal ini membuat perempuan cenderung mencari laki-laki yang sudah benar-benar siap secara mental dan ekonomi. Tekanan ini justru menjadi beban bagi laki-laki," tutur Drajat.
Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri, S.I.K., M.I.K., menghadiri upacara pengukuhan Pasukan Pengibara Bendera Pusaka Kota Tanjung Balai.
Sumut 28 menit lalu
Transaksi Sabu di Depan Gereja, Pria Berusia 41 Tahun Ini &039Gol&039
Peristiwa 58 menit lalu
Semarak HUT ke68 Korem 023/KS dan HUT ke81 RI, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga Ikuti Lomba Tradisional.
Sumut 2 jam lalu
Semangat Membumbung Tinggi, Lapas Lubuk Pakam Resmi Buka Pekan Olahraga HUT RI ke81
Sumut 2 jam lalu
Kapolrestabes Medan Pimpin Sertijab dan Pisah Sambut PJU, Tekankan Profesionalisme dan Soliditas.
Medan 2 jam lalu
Babinsa dan Tiga Pilar Turun ke Jalan, Bagikan Bendera untuk Kobarkan Nasionalisme.
Sumut 3 jam lalu
Pemusnahan Barang Bukti yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).
Peristiwa 16 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan masih menyelidiki seorang pria bermarga Situmorang, warga Tarutung, yang diduga menerima setoran togel.
Peristiwa 17 jam lalu
Bupati Karo Bersama Forkopimda Tinjau Kembali Penanganan Pasien Dugaan Keracunan MBG di RS Efarina Etaham.
Sumut 18 jam lalu
Posmetro Medan, Labuhanbatu Sebuah rumah yang diduga menjadi tempat aktivitas seorang bandar narkotika jenis sabu inisial AW alias Jaya dig
Kriminal 18 jam lalu