Tekab Polsek Medan Kota Tangkap Dua Pelaku Curanmor di Jalan Bahagia By Pass
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 24 menit lalu
POSMETROMEDAN, Medan - Belakangan ini keluhan kulit sensitif semakin sering muncul di Kota Medan, karena banyak yang mengira kulit mereka tiba-tiba mudah merah, perih atau reaktif karena "enggak cocok skincare".
Namun menurut para dokter kulit kenyataannya tidak sesederhana itu, seperti yang diungkapkan dokter spesialis kulit dari ERHA Central Medan dr Ariyati Yosi MKed(KK) SpDVE SubspDT FINSDV FAADV.
"Kulit sensitif justru sering terjadi karena kombinasi faktor lingkungan, kebiasaan perawatan hingga gaya hidup masyarakat yang tinggal di kota besar," ucap dr Yosi di Medan, Sabtu (31/1/2026)..
Baca Juga:
Ia mengatakan, cuaca khas Medan yang panas-lembap, aktivitas padat, serta tren skincare yang berubah cepat, maka kondisi kulit lebih mudah mengalami iritasi tanpa disadari.
"Kulit sensitif, bukan sekadar tidak cocok skincare. Ini biasanya terjadi karena skin barrier sedang melemah, dan penyebabnya bisa banyak," jelas dr Yosi.
Baca Juga:
Menurutnya, ada lima mitos kulit sensitif sering salah kaprah menilai, yakni mitos kulit sensitif itu karena skincare-nya terlalu keras. Faktanya perubahan cuaca ekstrem, polusi, dan stres juga bisa membuat kulit lebih reaktif.
Terdapat mitos, kalau perih itu tandanya skincare bekerja. "Perih itu tanda kulit sedang iritasi, bukan progres," kata dia.
Kemudian, ada mitos kulit sensitif itu tipe kulit permanen. Banyak kasus kulit sensitif bersifat sementara dan bisa membaik jika barrier diperbaiki.
"Stop semua skincare biar kulit tenang, tidak harus. Yang perlu dihentikan hanya produk yang berpotensi iritan," tuturnya.
Lalu, mitos kulit sensitif harus dibiarkan sampai sembuh sendiri, padahal tanpa penanganan yang benar, iritasi bisa berulang dan memperburuk kondisi.
"Sering kali pasien datang sudah dalam kondisi berat karena dibiarkan terlalu lama," ungkapnya.
Dengan pengalaman lebih dari 17 tahun, dr Yosi juga sering menangani kasus-kasus kulit sensitif, dan berbagai permasalahan kulit membutuhkan pendekatan bertahap.
Bahkan, ada banyak pasien lebih nyaman setelah berkonsultasi mengenai proses perawatan secara transparan.
Lantas kenapa banyak masyarakat Medan mengalami Kulit Sensitif?, dr Yosi banyak menemukan beberapa penyebab sering ditemui pada pasien.
"Di Medan, kombinasi cuaca dan kebiasaan perawatan sering jadi pemicu iritasi berulang," ujarnya.
Tak jarang juga, pasien datang untuk memperbaiki kondisi kulit setelah memakai produk yang tidak sesuai atau mengikuti tren skincare tanpa edukasi yang benar.
Cara aman menangani kulit sensitif, yaitu berhenti dahulu dari produk yang berpotensi iritan, seperti retinol, exfoliant, atau produk dengan pewangi kuat bisa memperburuk kondisi.
Kedua, fokus memperbaiki skin barrier dengan menggunakan moisturizer yang menenangkan, dan menjaga kelembapan sesuai dengan jenis kulit.
Ketiga, gunakan sunscreen yang lembut dan non-irritating karena sangat penting mencegah inflamasi berulang, terutama cuaca di Medan harus disesuaikan aktivitas harian, dan tentunya jenis kulit.
Keempat, sederhanakan rutinitas skincare dengan membiarkan kulit stabil sebelum menambah produk lain.
Kelima, konsultasi jika keluhan tidak membaik. Kulit sensitif bisa menjadi tanda dermatitis, alergi, atau kondisi lain yang perlu pemeriksaan lebih lanjut.
"Penanganan kulit sensitif itu bertahap. Yang penting aman, jelas, dan sesuai kebutuhan masing-masing orang," tutur dr Yosi yang dikenal ramah dan komunikatif dengan pasien ini.
Ia menekankan, setiap kondisi kulit bersifat unik. "Saya sarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter di ERHA agar penyebab kulit sensitif dapat dianalisis secara menyeluruh," tegas dr Yosi. (red)
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 24 menit lalu
Posmetro Medan, Medan Warga Jalan Turi, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, khususnya dari dua lingkungan Lingkungan V dan Lingkunga
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sebanyak 562 calon jemaah haji Kabupaten Deli Serdang mengikuti Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M ya
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Benarbenar apes nasib Ramlan (51). Garagara sekejap lupa mencabut kunci kontak, warga Labuhan Batu ini harus merelakan Hon
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Binjai Dengan tema yang menyentuh hati, Satu kata satu rasa sangat berarti untuk kita yang terpisah bersatu kembali empat
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tanjung Morawa Bupati dr H Asri Ludin Tambunan memperkenalkan kawasan Simpang Kayu Besar, Kecamatan Tanjung Morawa, sebagai
Sumut 4 jam lalu
Bagi Anda yang gemar mengamati langit serta mencintai peristiwa astronomi, bersiaplah untuk mengarahkan pandangan ke atas.
Global 7 jam lalu
Pemprov Sumut Tawarkan KEK Sei Mangkei dan BRT ke Investor Jepang.
Sumut 7 jam lalu
Perebutan Tiket Piala Dunia 2026 Jalur Play Off Zona Eropa Berlangsung Sengit.
Sport 7 jam lalu
Tim Basarnas Berhasil Temukan Mayat Bram Pasaribu yang Hanyut di Sungai Silau Asahan.
Peristiwa 8 jam lalu