Gebyar PAI ke 18 - MTQ SMA/SMK se Kota Medan, Momentum Lahirkan Anak Bangsa Berakhlak Mulia
POSMETRO MEDAN, Medan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara sangat mengapresiasi Gebyar PAI ke 18 MTQ dan Festival Seni Islami Tingka
Medan 16 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Gerhana Bulan Total akan menghiasi langit Indonesia pada Rabu (3/3/2026). Fenomena ini istimewa lantaran fase totalitasnya berlangsung hampir satu jam, durasi yang relatif lebih lama dibandingkan banyak gerhana Bulan lainnya.
Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar.
Kondisi tersebut membuat Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Saat puncak gerhana atau fase totalitas terjadi, Bulan akan tampak berwarna merah apabila langit cerah.
Baca Juga:
Fenomena ini dikenal sebagai blood moon. Warna merah tersebut muncul akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya biru dari Matahari lebih banyak tersebar oleh partikel udara, sementara cahaya merah tetap diteruskan dan dibiaskan hingga mencapai permukaan Bulan.
Proses inilah yang membuat Bulan terlihat kemerahan saat fase totalitas berlangsung. Perlu diketahui, fenomena ini juga tidak terjadi setiap tahun.
Setelah 3 Maret 2026, gerhana Bulan total berikutnya diperkirakan baru akan terjadi pada 31 Desember 2028. Artinya, masyarakat harus menunggu hampir tiga tahun untuk kembali menyaksikan momen ketika Bulan berubah merah akibat bayangan Bumi.
Profesor Riset Astron mi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan, gerhana Bulan total pada Rabu, 3 Maret 2026. Ia menjelaskan, fenomena tersebut akan berlangsung mulai pukul 16.50.00-20.17.10 WIB.
"Sementara itu, fase gerhana Bulan total mulai pukul 18.04.26 sampai 19.02.45 WIB. Seluruh wilayah Indonesia dapat mengamatinya pada awal malam," ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, gerhana dapat disaksikan secara langsung tanpa alat bantu khusus, sama seperti ketika mengamati Bulan purnama. Menurutnya, saat fase totalitas, Bulan memang tertutup bayangan Bumi, tetapi tidak menjadi gelap sepenuhnya. "Cahaya merah dari Matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi menyebabkan Bulan berwarna merah. Biasanya disebut blood moon atau bulan merah darah," jelasnya.
Dengan durasi yang panjang dan dapat diamati dari seluruh Indonesia, gerhana Bulan total 3 Maret 2026 menjadi momen astronomi yang sayang untuk dilewatkan.
Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 akan berlangsung selama beberapa jam, sehingga masyarakat memiliki waktu yang cukup panjang untuk menyaksikannya dari awal hingga akhir. Waktu puncak gerhana di masing-masing zona waktu Indonesia adalah sebagai berikut: WIB: 18.33.39 Wita: 19.33.39 WIT: 20.33.39
Namun, jika ingin mengamati fenomena ini sejak fase awal hingga akhir, masyarakat perlu memperhatikan keseluruhan tahapan gerhana.
Berdasarkan data BMKG, berikut waktu fase-fase gerhana Bulan total di Indonesia:
- Gerhana penumbra mulai (P1): 15.42.44 WIB / 16.42.44 Wita / 17.42.44 WIT
- Gerhana sebagian mulai (U1): 16.49.46 WIB / 17.49.46 Wita / 18.49.46 WIT
- Gerhana total mulai (U2): 18.03.56 WIB / 19.03.56 Wita / 20.03.56 WIT
- Puncak gerhana: 18.33.39 WIB / 19.33.39 Wita / 20.33.39 WIT Gerhana total berakhir (U3): 19.03.23 WIB / 20.03.23 Wita / 21.03.23 WIT
- Gerhana sebagian berakhir (U4): 20.17.33 WIB / 21.17.33 Wita / 22.17.33 WIT
- Gerhana penumbra berakhir (P4): 21.24.35 WIB / 22.24.35 Wita / 23.24.35 WIT.
Secara keseluruhan, rangkaian gerhana berlangsung sekitar 5 jam 41 menit, dengan fase totalitas terjadi hampir 60 menit. Berbeda dengan gerhana Matahari, gerhana Bulan aman untuk dilihat dengan mata telanjang. Hal ini karena cahaya yang tampak hanyalah pantulan sinar Matahari dari permukaan Bulan, sehingga tidak berbahaya bagi mata.
Bagi masyarakat yang tidak dapat menyaksikan secara langsung, fenomena ini juga dapat dipantau melalui siaran langsung resmi BMKG di laman https://gerhana.bmkg.go.id/ sesuai zona waktu masing-masing.
(wan/kompas)
POSMETRO MEDAN, Medan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara sangat mengapresiasi Gebyar PAI ke 18 MTQ dan Festival Seni Islami Tingka
Medan 16 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid K.H.
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu Aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Kabupaten Labuhanbatu kembali menuai sorotan tajam. Di saat
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Mengisi kegiatan Ramadan 1447 H dengan aktivitas yang bernilai ibadah dan pembentukan karakter, MTsN 1 Padang Lawas melaksan
Sumut 2 jam lalu
Tak dapat dipungkiri bahwa emas menjadi salah satu aset yang dianggap aman, sehingga banyak investor mencarinya di tengah kerusuhan ini.
Lifestyle 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Syafrizal Bancin menyampaikan pent
Medan 2 jam lalu
Intervensi diduga dilakukan oleh oknum yang membekingi aktivitas merusak alam tersebut.
Sumut 2 jam lalu
Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan, Ditreskrimsus Polda Sumut, Satuan Brimob Polda Sumut, Senin (2/3/2026) pagi ini, sekira pukul 06.0
Peristiwa 3 jam lalu
Marc Marquez gagal finis karena ban belakang motor miliknya kempes dan pelek motornya rusak. Ia pun gagal melanjutkan balapan.
Sport 3 jam lalu
Dalam arahannya, Willy Irawan menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam pelaksanaan program kerja
Medan 3 jam lalu