Pemko Pematangsiantar Salurkan BLT-DBHCHT kepada 554 KPM
Pemko Pematangsiantar menyalurkan BLTDBHCHT kepada 554 keluarga penerima manfaat alias KPM.
Sumut 29 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Gerhana Bulan Total akan menghiasi langit Indonesia pada Rabu (3/3/2026). Fenomena ini istimewa lantaran fase totalitasnya berlangsung hampir satu jam, durasi yang relatif lebih lama dibandingkan banyak gerhana Bulan lainnya.
Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar.
Kondisi tersebut membuat Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Saat puncak gerhana atau fase totalitas terjadi, Bulan akan tampak berwarna merah apabila langit cerah.
Baca Juga:
Fenomena ini dikenal sebagai blood moon. Warna merah tersebut muncul akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya biru dari Matahari lebih banyak tersebar oleh partikel udara, sementara cahaya merah tetap diteruskan dan dibiaskan hingga mencapai permukaan Bulan.
Proses inilah yang membuat Bulan terlihat kemerahan saat fase totalitas berlangsung. Perlu diketahui, fenomena ini juga tidak terjadi setiap tahun.
Setelah 3 Maret 2026, gerhana Bulan total berikutnya diperkirakan baru akan terjadi pada 31 Desember 2028. Artinya, masyarakat harus menunggu hampir tiga tahun untuk kembali menyaksikan momen ketika Bulan berubah merah akibat bayangan Bumi.
Profesor Riset Astron mi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan, gerhana Bulan total pada Rabu, 3 Maret 2026. Ia menjelaskan, fenomena tersebut akan berlangsung mulai pukul 16.50.00-20.17.10 WIB.
"Sementara itu, fase gerhana Bulan total mulai pukul 18.04.26 sampai 19.02.45 WIB. Seluruh wilayah Indonesia dapat mengamatinya pada awal malam," ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, gerhana dapat disaksikan secara langsung tanpa alat bantu khusus, sama seperti ketika mengamati Bulan purnama. Menurutnya, saat fase totalitas, Bulan memang tertutup bayangan Bumi, tetapi tidak menjadi gelap sepenuhnya. "Cahaya merah dari Matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi menyebabkan Bulan berwarna merah. Biasanya disebut blood moon atau bulan merah darah," jelasnya.
Dengan durasi yang panjang dan dapat diamati dari seluruh Indonesia, gerhana Bulan total 3 Maret 2026 menjadi momen astronomi yang sayang untuk dilewatkan.
Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 akan berlangsung selama beberapa jam, sehingga masyarakat memiliki waktu yang cukup panjang untuk menyaksikannya dari awal hingga akhir. Waktu puncak gerhana di masing-masing zona waktu Indonesia adalah sebagai berikut: WIB: 18.33.39 Wita: 19.33.39 WIT: 20.33.39
Namun, jika ingin mengamati fenomena ini sejak fase awal hingga akhir, masyarakat perlu memperhatikan keseluruhan tahapan gerhana.
Berdasarkan data BMKG, berikut waktu fase-fase gerhana Bulan total di Indonesia:
- Gerhana penumbra mulai (P1): 15.42.44 WIB / 16.42.44 Wita / 17.42.44 WIT
- Gerhana sebagian mulai (U1): 16.49.46 WIB / 17.49.46 Wita / 18.49.46 WIT
- Gerhana total mulai (U2): 18.03.56 WIB / 19.03.56 Wita / 20.03.56 WIT
- Puncak gerhana: 18.33.39 WIB / 19.33.39 Wita / 20.33.39 WIT Gerhana total berakhir (U3): 19.03.23 WIB / 20.03.23 Wita / 21.03.23 WIT
- Gerhana sebagian berakhir (U4): 20.17.33 WIB / 21.17.33 Wita / 22.17.33 WIT
- Gerhana penumbra berakhir (P4): 21.24.35 WIB / 22.24.35 Wita / 23.24.35 WIT.
Secara keseluruhan, rangkaian gerhana berlangsung sekitar 5 jam 41 menit, dengan fase totalitas terjadi hampir 60 menit. Berbeda dengan gerhana Matahari, gerhana Bulan aman untuk dilihat dengan mata telanjang. Hal ini karena cahaya yang tampak hanyalah pantulan sinar Matahari dari permukaan Bulan, sehingga tidak berbahaya bagi mata.
Bagi masyarakat yang tidak dapat menyaksikan secara langsung, fenomena ini juga dapat dipantau melalui siaran langsung resmi BMKG di laman https://gerhana.bmkg.go.id/ sesuai zona waktu masing-masing.
(wan/kompas)
Pemko Pematangsiantar menyalurkan BLTDBHCHT kepada 554 keluarga penerima manfaat alias KPM.
Sumut 29 menit lalu
Kecelakaan di Taput Bikin Pengiriman 112 Kg Ganja dari Madina ke Medan Terbongkar.
Sumut 2 jam lalu
Babi Hutan Masuk ke Rumah Warga di Sergai, 1 Orang Terluka.
Peristiwa 2 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, didampingi Sekretari
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taput Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng memberikan motivasi kepada ratusan peserta Jamb
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kota Medan bersiap mencatatkan sejarah baru sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Asosiasi Pemerintah Ko
Medan 6 jam lalu
Seorang anak perwira polisi yang menjadi tersangka kasus konten lomba rasis tak ditahan.
Peristiwa 6 jam lalu
Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si sosok yang punya target kinerja di wilayah hukumnya.
Profil 7 jam lalu
AKBP Marganda Aritonang kini menjabat sebagai Kapolres Simalungun dan pernah menjabat sebagai Kasatlantas Polres Bitung tahun 2015 silam.
Profil 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Pakpak Bharat Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat
Sumut 8 jam lalu