Senin, 15 Juni 2026

Sosialisasi BOS Pesantren 2025, Kabid Pakis Sumut Berharap Alokasi Anggaran Meningkat

Evi Tanjung - Senin, 15 Juni 2026 14:25 WIB
Sosialisasi BOS Pesantren 2025, Kabid Pakis Sumut Berharap Alokasi Anggaran Meningkat
ist
Sosialisasi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren tahun 2025 di Aula Kanwil Kemenag Sumut.

POSMETRO MEDAN, Medan - Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara bersama Subdit Pendidikan Salafiyah dan Kitab Kuning Kemenag RI menyelenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren tahun 2025 di Aula Kanwil Kemenag Sumut, Sabtu (13/06/2026).

Kegiatan ini diikuti 112 pimpinan dan operator lembaga Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Sumatera Utara. Kepala Bidang Pakis Dahyar Husein didampingi Ketua Tim Pendidikan kesetaraan, Diniyah dan sistem informasi Syafrida dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak subdirektorat yang telah berkenan hadir langsung ke Sumatera Utara. Ia berharap melalui sosialisasi ini, pondok pesantren di Sumut dapat mengelola anggaran dengan lebih baik.

"Kami berharap ke depannya pesantren di Sumatera Utara bisa menerima alokasi dana BOS yang lebih banyak, sekaligus diikuti dengan tertib administrasi yang lebih baik dalam pengelolaannya," ujar Dahyar Husein.

Ia juga mengungkapkan pesantren di Sumatera Utara merupakan pilar utama dalam mengembangkan pendidikan dan karakter yang berakhlakul karimah. Pesantren juga turut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat sekitar.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi yang disampaikan oleh Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kitab Kuning Kemenag RI, Yusi Damayanti. Dalam kunjungan kerja ini, Kasubdit turut didampingi oleh tim penasihat dan teknis yaitu Masyitoh, Ahmad Darumuddin, dan Jauhary Guhir.

Dalam arahannya, Kasubdit menekankan pentingnya akurasi data di lingkungan pondok pesantren. Ia mengimbau seluruh pimpinan dan operator lembaga untuk proaktif melakukan pemutakhiran data.

"Kami meminta agar data anak santri selalu divalidasi dengan benar. Hal ini sangat krusial agar seluruh santri dapat terakomodir dengan baik, terutama untuk kepentingan pendataan e-ijazah ke depan," tegas Yusi.

Kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar dan diharapkan dapat menyamakan persepsi serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana BOS Pesantren tahun anggaran 2025 di seluruh wilayah Sumatera Utara. (rel)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru