RSUD dr. Djasamen Saragih Buka Kembali Layanan Cathlab dengan Penjaminan BPJS Kesehatan
RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Buka Kembali Layanan Cathlab dengan Penjaminan BPJS Kesehatan
Sumut 3 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan -- Petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergerak mengusut kasus dugaan suap proyek jalan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Sumatra Utara (Sumut).
Penyidik melakukan penggeledahan di rumah pribadi Kepala Dinas PUPR Sumut Topan Ginting di Perumahan Royal Sumatera Cluster Topaz, Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, Rabu (2/7/2025).
Sehari sebelumnya, KPK menggeledah dua lokasi, yakni kantor Dinas PUPR Sumut di Jalan Sakti Lubis dan sebuah rumah di Jalan Busi yang jadi kantor sementara Topan Ginting.
Baca Juga:
Pada penggeledahan di rumah pribadi Topan Ginting, awak media awalnya tidak diperbolehkan masuk ke dalam kawasan perumahan.
Belakangan, petugas keamanan mempersilakan awak media untuk melakukan peliputan.
Baca Juga:

Rumah milik Topan terpantau tidak memiliki nomor. Letaknya berada tepat di samping rumah bernomor 212-B. Rumah dengan warna putih dan bertingkat dua itu dikelilingi pagar tinggi berwarna hitam.
Pagar tinggi yang jadi akses masuk ke rumah tersebut terbuat dari bahan kayu berwarna cokelat. Cukup simpel tapi terkesan mewah.
Di samping pintu utama rumah terdapat garasi berwarna hitam yang tertutup rapat. Kemudian, ada satu motor Yamaha di depan pagar dan satu ATV yang diduga milik Topan Ginting.
"Bukan punya KPK itu (ATV atau motor matic) itu punya orang rumah ini," kata sejumlah petugas kepolisian yang berjaga.
Sebagian halaman rumahnya terlihat asri dengan rerumputan Jepang. Sejauh ini, pemeriksaan masih berlangsung, petugas kepolisian bersenjata laras panjang berjaga ketat di kediaman Topan.
Sebelumnya, seorang polisi yang berjaga mengatakan ada 8 mobil yang masuk untuk melakukan penggeledahan di rumah Topan tersebut. "Dua mobil polisi, enam mobil KPK," jelasnya.
Dikatakannya, penggeledahan berlangsung mulai pukul 9.30 WIB. Hingga berita ini ditayangkan pukul 13.45 WIB, penggeledahan masih berlangsung.
Polisi yang mengaku bernama Ulooara itu, sejauh ini tidak bisa memastikan jumlah penyidik KPK yang menggeledah rumah Topan.
"Sepertinya lebih dari enam, tapi gak bisa kita pastikan," jelasnya.
Diketahui, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan, usai operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (27/6/2025).
Adapun kelima tersangka adalah:
1. Topan Obaja Putra Ginting (TOP) selaku Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut.
2. Rasuli Efendi Siregar (RES) selaku Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumut, merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
3. Heliyanto (HEL) selaku PPK Satker PJN Wilayah I Provinsi Sumut.
4. M Akhirun Efendi Siregar (KIR) selaku Direktur Utama PT Dalihan Natolu Group (DNG).
5. M Rayhan Dulasmi Piliang (RAY) selaku Direktur PT RN. Rayhan juga merupakan anak dari Akhirun.
(wan/bbs)
RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Buka Kembali Layanan Cathlab dengan Penjaminan BPJS Kesehatan
Sumut 3 menit lalu
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk hadir di puncak Pesta Bolon Punguan Sagala Raja Boru Bere Ibebere (PSBBI) se dunia di Desa Sagala.
Sumut satu jam lalu
Selundupkan Sabu 1 Kg di Bandara Silangit, Kurir Asal Aceh Ditangkap.
Sumut 2 jam lalu
Diduga Mangkrak, Proyek Rp9,4 Miliar di RSJ Prof Dr Ildrem Minta Diusut Kejati Sumut.
Medan 2 jam lalu
Pilu Aipda Jhon Meydianto Sinaga dikabarkan meninggal di kamar mandi kontrakannya.
Peristiwa 2 jam lalu
Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan, Pecahkan Rekor Dunia Permainan Kulcapi.
Medan 2 jam lalu
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026 Selecao Lebih Diunggulkan, Haaland Bisa Jadi Ancaman Besar.
Sport 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia. Tim Karya Ilmiah MAN 1 Medan berhasil mengukir pre
Medan 6 jam lalu
Timnas Maroko akan duel melawan Prancis di babak perempat final Piala Dunia 2026.
Sport 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Langkat Ketua Umum PWI Pusat Drs H Akhmad Munir mengingatkan seluruh anggota PWI untuk tidak terlibat bisnis narkoba dan ju
Inter-Nasional 6 jam lalu