Selasa, 27 Oktober 2026

Tangkal Hoaks di Era AI, M. Arif Tanjung Bekali Siswa Berprestasi dari Tiga SMA di Medan

Jafar Sidik - Selasa, 27 Oktober 2026 19:55 WIB
Tangkal Hoaks di Era AI, M. Arif Tanjung Bekali Siswa Berprestasi dari Tiga SMA di Medan
(Dam)

POSMETRO MEDAN‎— Pemerhati sosial sekaligus tokoh masyarakat, M. Arif Tanjung, membekali puluhan siswa berprestasi dari tiga sekolah menengah atas (SMA) di Kota Medan dengan edukasi literasi digital untuk menangkal hoaks dan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak.

‎

‎Kegiatan tersebut diikuti siswa dan siswi dari SMAN 2 Medan, SMAN 5 Medan, dan SMAN 13 Medan. Selain membahas literasi digital, kegiatan ini juga menekankan pentingnya berpikir kritis, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menanamkan nilai nasionalisme dan persatuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Baca Juga:

‎

‎Acara yang dipandu oleh host Ratih Danu Warso, S.Pd., M.Pd., tersebut juga dirangkai dengan pemberian tali asih kepada puluhan pelajar sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap generasi muda berprestasi.

Baca Juga:

‎

‎Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran pelajar agar lebih cermat dalam menerima, memeriksa, dan menyebarkan informasi, terutama menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.

‎

‎Dalam sesi edukasi, para peserta mendapatkan pemahaman tentang cara mengenali berita bohong, memverifikasi informasi, serta menggunakan media sosial dan teknologi AI secara bertanggung jawab.

‎

‎Pemateri Muhammad Safi'i Sitorus, S.H., M.H., menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan, etika, dan tanggung jawab dalam penggunaannya.

‎

‎Menurut dia, kecerdasan buatan dapat memberikan manfaat besar bagi generasi muda apabila digunakan untuk mendukung pembelajaran, mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya yang produktif.

‎

‎"Gunakan media sosial dengan benar. Manfaatkan AI untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat, bukan untuk membuat atau menyebarkan hoaks," demikian pesan yang disampaikan dalam pelatihan tersebut.

‎

‎Ia mengingatkan para pelajar agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terutama jika sumber dan kebenarannya belum dapat dipastikan.

‎

‎Para siswa didorong untuk membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkan pemberitaan dari sejumlah media tepercaya, serta memahami konteks sebelum mengambil kesimpulan atau membagikannya kepada orang lain.

‎

‎Selain itu, penggunaan teknologi digital harus tetap memperhatikan etika dan ketentuan hukum yang berlaku. Informasi maupun konten yang diunggah dan disebarluaskan dapat menimbulkan konsekuensi bagi diri sendiri maupun orang lain.

‎

‎Kewaspadaan tersebut semakin penting di era AI. Teknologi ini memungkinkan pembuatan teks, gambar, suara, hingga video yang terlihat meyakinkan, tetapi belum tentu sesuai dengan fakta.

‎

‎Sementara itu Pemateri, Elfenda Ananda, pendiri Suluh Muda Inspirasi sekaligus peneliti FITRA Sumatera Utara, menyoroti pentingnya literasi digital untuk menghadapi derasnya arus informasi di masyarakat.

‎

‎Menurut Elfenda, kemampuan mengenali hoaks merupakan bekal penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

‎

‎Literasi digital, kata dia, bukan sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi. Pelajar juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menilai kredibilitas sumber, membedakan fakta dan opini, serta memahami dampak informasi yang dikonsumsi maupun disebarkan.

‎

‎Ia mendorong para siswa untuk tidak terburu-buru membagikan informasi yang diterima. Verifikasi sumber dan perbandingan dengan pemberitaan media tepercaya perlu dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi sebelum meneruskannya kepada orang lain.

‎

‎Kemampuan tersebut semakin relevan seiring perkembangan AI yang memungkinkan pembuatan beragam konten digital, termasuk konten yang berpotensi menyesatkan apabila tidak diperiksa secara cermat.

‎

‎M. Arif Tanjung mengatakan, penguatan literasi digital perlu dilakukan agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab dalam menyebarkan informasi.

‎

‎Menurut Arif, kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis. Informasi yang disebarkan melalui media sosial dapat memengaruhi individu sekaligus kehidupan bermasyarakat.

‎

‎"Generasi muda harus menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang beredar sebelum mengetahui kebenarannya. Periksa sumbernya, pahami konteksnya, dan jangan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," ujar Arif.

‎

‎Ia menegaskan, kecerdasan buatan seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, meningkatkan kreativitas, memperluas wawasan, serta melahirkan gagasan positif bagi kemajuan bangsa.

‎

‎Sebaliknya, teknologi tidak seharusnya digunakan untuk memproduksi atau menyebarkan informasi menyesatkan yang berpotensi merugikan orang lain maupun memicu konflik di tengah masyarakat.

‎

‎Arif juga mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Nilai persatuan dan kesatuan harus tercermin dalam tindakan nyata, termasuk dalam cara berkomunikasi dan berinteraksi di ruang digital.

‎

‎"Di era digital ini, menjaga persatuan bukan hanya dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga melalui cara kita berkomunikasi di media sosial. Jangan sampai hoaks dan ujaran yang memecah belah merusak persaudaraan. Generasi muda harus menjadi pelopor penyebaran informasi yang benar dan membawa manfaat bagi masyarakat," katanya.

‎

‎Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran pelajar untuk menggunakan teknologi secara bijak, menghormati perbedaan, serta ikut menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.

‎

‎Selain memberikan edukasi literasi digital, kegiatan tersebut diisi dengan pemberian tali asih kepada puluhan siswa dan siswi berprestasi dari SMAN 2 Medan, SMAN 5 Medan, dan SMAN 13 Medan.

‎

‎Pemberian tali asih tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan terhadap para pelajar yang telah menunjukkan pencapaian positif di bidang pendidikan maupun pengembangan diri.

‎

‎Arif menilai, siswa berprestasi merupakan aset penting bagi masa depan bangsa yang perlu mendapatkan dukungan agar terus berkembang, baik dalam bidang akademik, penguasaan teknologi, maupun pembentukan karakter.

‎

‎"Anak-anak berprestasi ini merupakan aset masa depan bangsa. Mereka perlu terus didukung agar mampu berkembang, menguasai teknologi, memiliki kepedulian sosial, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan," tuturnya.

‎

‎Melalui kegiatan ini, Arif berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kecakapan literasi digital, mampu menangkal hoaks, bijak menggunakan AI, serta menjunjung tinggi persatuan dan nilai-nilai kebangsaan.

‎

‎Kegiatan edukasi literasi digital dan pemberian tali asih tersebut turut disponsori oleh UD Hutajulu Furnitur, dengan Bhineka News sebagai media partner.

‎

‎Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan edukatif dan sosial bagi generasi muda, khususnya dalam meningkatkan literasi digital, mencegah penyebaran hoaks, serta menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. (Ril/Dam).

Tags
beritaTerkait
BKSAP DPR RI Dorong Diplomasi Sapu Lidi, Bupati Deli Serdang Siapkan Penguatan Komunitas UMKM
Bupati Deli Serdang Dukung IPDN Perkuat Pendidikan Calon ASN Profesional
Kembali OSN Satnarkoba Binjai Hanya Dapat Plastik Transparan dan Pipet
Kapolres Binjai Pimpin Apel Operasi Patuh Toba 2026, Kedepankan Keselamatan dan Pendekatan Humanis
Sat Narkoba Binjai OSN 12 Lokasi, Semua Zonk, Masyarakat Kecewa
PUPR Binjai Muluskan Jalan Jamin Ginting Binjai Selatan
komentar
beritaTerbaru