Minggu, 01 November 2026

Kunjungi Kantor Fokus RNI, GP Al Washliyah Bahas Kolaborasi Pemulihan Korban Narkoba

Evi Tanjung - Minggu, 01 November 2026 18:55 WIB
Kunjungi Kantor Fokus RNI, GP Al Washliyah Bahas Kolaborasi Pemulihan Korban Narkoba
ist / hap
Ketua Umum PP GP Al Washliyah H. Aminullah Siagian, kunjungan silaturahmi ke Lembaga Fokus Rehabilitasi Narkotika Indonesia (Fokus RNI) yang berlokasi di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (1/11/2026).

POSMETRO MEDAN, Patumbak – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GP Al Washliyah), H. Aminullah Siagian, melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Fokus Rehabilitasi Narkotika Indonesia (Fokus RNI) yang berlokasi di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (1/11/2026).

Dalam kunjungannya, Aminullah didampingi Sekretaris Jenderal PP GP Al Washliyah, H. Saibal Putra beserta rombongan dan disambut langsung oleh Ketua Fokus Rehabilitasi Narkotika Indonesia, Mifta Fariz Boli Malakalu.

Pada kesempatan itu Mifta Fariz mengemukakan pandangannya bahwa persoalan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, aparat penegak hukum, maupun lembaga rehabilitasi.

"Sangat dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, untuk membangun lingkungan yang mampu mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus memberikan dukungan kepada mereka yang ingin memperbaiki kehidupannya," ungkap Mifta Fariz.

Lanjutnya, dirinya menyampaikan proses pemulihan seseorang dari ketergantungan narkotika membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Rehabilitasi tidak cukup hanya dilakukan melalui program pelayanan di dalam lembaga, tetapi juga harus didukung oleh penerimaan keluarga, lingkungan sosial, dan masyarakat.

"Pemulihan tidak bisa dikerjakan lembaga rehabilitasi sendirian. Mereka yang sedang berjuang untuk pulih membutuhkan lingkungan yang mau menerima dan memberikan kesempatan. Di situlah pemuda bisa mengambil peran: mendampingi, bukan menghakimi," tegas Mifta.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan memperluas ruang kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan lembaga pelayanan rehabilitasi sosial.

Miftah menjelaskan, kunjungan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai bagaimana generasi muda dapat mengambil peran lebih besar dalam menghadapi persoalan penyalahgunaan narkotika, aspek pencegahan, pendampingan sosial, rehabilitasi, hingga proses reintegrasi sosial bagi mereka yang sedang menjalani pemulihan.

.

"Organisasi kepemudaan memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan edukasi, membangun kesadaran masyarakat," ucap Miftah.

"Stigma negatif yang tertanam terhadap korban penyalahgunaan narkoba, serta mendorong mereka agar tidak kehilangan harapan untuk kembali menjalani kehidupan lebih baik dan produktif," ujarnya.

Ia juga menilai bahwa pemuda memiliki kekuatan dalam membangun pengaruh di tengah masyarakat. Dengan jaringan organisasi, kegiatan sosial, serta semangat kepeloporan.

"Generasi muda dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Di sisi lain, kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan secara langsung bagaimana pelayanan rehabilitasi sosial dijalankan di Fokus RNI," terangnya.

Terakhir, Miftah Fariz menerangkan bahwa melalui pelayanan rawat inap dan rawat jalan, lembaga ini berupaya memberikan pendampingan kepada individu yang membutuhkan layanan pemulihan agar dapat kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah keluarga dan masyarakat.

"Hadirnya Organisasi PP GP Al Washliyah diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun hubungan kelembagaan yang lebih erat," kata Miftah Fariz.

"Kolaborasi ke depan dapat diarahkan pada kegiatan edukasi bahaya narkotika, sosialisasi P4GN, penguatan kepedulian sosial, serta dukungan terhadap proses pemulihan dan penerimaan kembali mantan penyalahguna narkotika di lingkungan masyaraka," pungkasnya.

Kedua pihak berharap pertemuan ini tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebab, perang terhadap narkotika bukan hanya tentang mencegah seseorang terjerumus, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama membantu mereka yang sudah terjerumus untuk bangkit dan mendapatkan kembali masa depannya.

Pemuda Bergerak, Masyarakat Peduli, Indonesia Bersih dari Narkoba.

Untuk sekedar informasi, Fokus Rehabilitasi Narkotika Indonesia,berfungsi, sebagai pendamping dan bukan untuk menghakimi, Fokus Rehabilitasi Narkotika Indonesia (Fokus RNI) juga merupakan lembaga rehabilitasi sosial yang telah terakreditasi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Fokus RNI memberikan pelayanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika melalui program rawat inap dan rawat jalan.

Dalam menjalankan pelayanannya, Fokus RNI mengedepankan pendekatan rehabilitasi sosial, pendampingan, pembinaan, serta penguatan fungsi individu agar klien dapat kembali berdaya dan diterima di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Untuk informasi kantor Fokus Rehabilitasi Narkotika Indonesia berada di Jalan Riwayat 1, Gang Pertanian, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.( Hap).

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru