Kamis, 05 November 2026

Peluncuran AFEBI Research Institute di Kongres XIV Momentum Berdampak bagi Masyarakat

Evi Tanjung - Kamis, 05 November 2026 20:12 WIB
Peluncuran AFEBI Research Institute di Kongres XIV Momentum Berdampak bagi Masyarakat
ist
Ketua Panitia Pelaksana Kongres AFEBI XIV, Prof. Dr. M. Syukri Albani Nasution, M.A.

POSMETRO MEDAN, Medan – Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ( UINSU) Medan Prof.Dr. Nurhayati, M.Ag membuka Kongres XIV Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) di Le Polonia Hotel & Convention Medan, Kamis (5/11/2026).

Rektor mengatakan, Perguruan tinggi, khususnya fakultas ekonomi dan bisnis, dituntut tak hanya menghasilkan lulusan berkompetensi akademik, tapi juga menjadi pusat pengembangan pemikiran, inovasi, penelitian, dan solusi konkret bagi berbagai persoalan ekonomi masyarakat.

"Tuntutan tersebut semakin penting di tengah perubahan struktur ekonomi dunia, percepatan transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta tantangan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," kata Rektor.

Baca Juga:

Menurut Nurhayati, Kongres AFEBI menjadi forum strategis untuk mempertemukan pemikiran, pengalaman, dan praktik terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam merumuskan arah pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Ia menilai, keberadaan AFEBI sebagai wadah kolaborasi antarfakultas ekonomi dan bisnis memiliki posisi penting dalam memperkuat sinergi akademik, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, sekaligus membangun kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Baca Juga:

"Perguruan tinggi harus mampu bergerak dari sekadar menghasilkan pengetahuan menuju institusi yang menciptakan dampak nyata," tegasnya.

Rektor juga menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam pengembangan ekonomi. Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, UINSU berkomitmen mengembangkan pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan tanggung jawab sosial.

Menurutnya, kemajuan ekonomi tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan angka statistik, tetapi juga dari kemampuan pembangunan menghadirkan keadilan, pemerataan kesempatan, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan kehidupan.

Prinsip tersebut sejalan dengan ekonomi Islam yang menempatkan keadilan, keseimbangan, amanah, dan kemaslahatan sebagai landasan aktivitas ekonomi.

Karena itu, ia memandang kolaborasi antara fakultas ekonomi dan bisnis dengan fakultas ekonomi dan bisnis Islam sebagai kekuatan penting dalam membangun ekosistem pendidikan ekonomi Indonesia yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.

Halaman:
Tags
beritaTerkait
Implementasi Program Poliran, 94 Alumni Pelatihan Siap Ditempatkan ke Perusahaan
Rumah Zakat Tanamkan Nilai Akhlak dan Anti-Bullying melalui Dongeng Kreatif di Namira Islamic School
Pemkab Deli Serdang Dukung Lima Ranperda, dari Penanggulangan Bencana
PUTR Binjai Catat 35 Progres Penanganan Jalan Sedang Berjalan
Kuasa Hukum Rivolino Soroti Data Kapal, Sebut Pembayaran Sudah Disetorkan ke Pelindo
Dukung Pemantauan Adipura 2026,SDABMBK Medan Perkuat Pembenahan Infrastruktur Dan Drainase
komentar
beritaTerbaru