Sabtu, 31 Oktober 2026

FPK Medan Bedah Makna Sumpah Pemuda, Libatkan Tokoh Muda dalam Dialog Kebangsaan

Jafar Sidik - Sabtu, 31 Oktober 2026 11:04 WIB
FPK Medan Bedah Makna Sumpah Pemuda, Libatkan Tokoh Muda dalam Dialog Kebangsaan
(Dam)
Ketua FPK Dr. Delyuzar saat membuka Dialog Pembauran dan Kebangsaan bertema “Refleksi Sumpah Pemuda dan Pembauran Kebangsaan” di kantor sekretariat FPK, Jalan Setia Budi, Komplek Setia Center, Jumat (30/10/2026).

POSMETRO MEDAN– Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) menggelar Dialog Pembauran dan Kebangsaan bertema "Refleksi Sumpah Pemuda dan Pembauran Kebangsaan" di kantor sekretariat FPK, Jalan Setia Budi, Komplek Setia Center, Jumat (30/10/2026).

Dialog tersebut menjadi ruang diskusi untuk merefleksikan kembali semangat Sumpah Pemuda, kemajemukan, serta pentingnya pembauran dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di Kota Medan yang dikenal memiliki keberagaman etnis dan agama.

Ketua FPK, Dr. Delyuzar, mengatakan kegiatan tersebut secara khusus mengangkat pandangan tokoh-tokoh muda mengenai makna Sumpah Pemuda dan tantangan pembauran kebangsaan di tengah masyarakat majemuk.

Baca Juga:

"Hari ini kita coba untuk mendiskusikan bagaimana terutama pandangan tokoh-tokoh muda tentang Sumpah Pemuda, tentang kemajemukan dan tentu tentang pembauran dan kebangsaan," ucap Delyuzar.

Baca Juga:

Delyuzar juga menjelaskan, dialog tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Faisal Riza, MA, Ketua Program Studi S3 Studi Islam UINSU, serta Irsan Armadi, SH, MSI, MH, Ketua Forum Pemuda Lintas Agama Kota Medan.

Menurut Delyuzar, kedua narasumber menyampaikan perspektif yang berbeda, baik dari sudut pandang akademisi dan peneliti maupun dari kalangan generasi muda.

"Tadi mereka mendiskusikan bagaimana perspektif dari seorang peneliti dan ilmuwan, tapi perspektif anak muda. Tentang bagaimana Indonesia ke depan, terutama Medan yang sangat majemuk," ujarnya.

Delyuzar berharap, keberagaman yang dimiliki masyarakat tidak menjadi sekat pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun persatuan dan mendukung pembangunan Kota Medan.

"Semua kita punya peran, baik etnik maupun agama yang berbeda, untuk menjamin bahwa ke depan kita akan tetap kompak dan menyatu untuk pembangunan Kota Medan," ungkapnya.

Halaman:
Tags
beritaTerkait
Rawat Keberagaman dan Harmonisasi, FPK Kota Medan Gelar Dialog Penguatan Pembauran Kebangsaan
Wabup Lom Lom Buka Musyawarah Pemuda untuk Pembangunan Deli Serdang
Sambut HUT ke 25, Demokrat Binjai Gelar Dialog Interaktif
Gerakan Mahasiswa Dinilai Alami Anomali, Tokoh dan Akademisi Medan Tekankan Adab dalam Dialog Kebangsaan
Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Sapa Warga di Berastagi, Ciptakan Kehangatan di Tengah Pengamanan Lebaran
KAMAK Gelar Dialog Publik Antikorupsi, Santuni Anak Yatim di Ramadan
komentar
beritaTerbaru