Ketua Tim Kerja Kemitraan dan Pemberdayaan Komunitas GTK, Ichwan Nasution, menjelaskan, bahwa saat ini BBGTK baru mampu menjangkau sekitar 26% GTK di Sumatera Utara melalui program pelatihan, sehingga kontribusi CSR menjadi solusi penting untuk memperluas cakupan.
Mengusulkan agar media lokal dilibatkan dalam sosialisasi ke daerah-daerah, sehingga informasi mengenai peluang CSR pendidikan dapat menjangkau kabupaten/kota hingga komunitas sekolah.
Baca Juga:
Tim Humas BBGTK Sumut menyampaikan strategi awal publikasi melalui media sosial resmi BBGTK dan rencana penerbitan press release berkala terkait program CSR pendidikan.
Mengusulkan adanya rubrik khusus di media massa yang secara rutin menampilkan praktik baik (best practices) hasil kolaborasi CSR dengan BBGTK Sumut.
Baca Juga:
Sementara Perwakilan PWI Sumatera Utara melalui Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Sugiatmo, mengapresiasi inisiatif BBGTK Sumut membangun portal AKRAB yang dinilai sebagai terobosan penting untuk meningkatkan transparansi dan kolaborasi.
Dia menawarkan dukungan PWI dalam bentuk liputan media, artikel edukasi, dan kampanye publikasi bersama, sehingga keberadaan portal dan hasil CSR pendidikan dapat diketahui masyarakat luas.
Sugiatmo juga mengingatkan pentingnya narasi publik yang sederhana dan persuasif, agar pesan portal mudah dipahami oleh berbagai kalangan, termasuk guru dan komunitas pendidikan di daerah.(Rel/Kif)
Tags
beritaTerkait
komentar