Bupati Hendri Yanto Buka MTQ dan FSQ Labura 2026
Gema selawat dan lantunan ayat suci AlQur&rsquoan memenuhi Aula Ahmad Dewi Syukur, Kamis (14/5/2026).
Sumut 30 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan -- Pasca adanya kejadian dugaan penganiayaan dan telah resmi dilaporkan ke Polrestabes Medan, seorang siswa kelas III telah menjadi korban kekerasan fisik diduga dilakukan oleh seorang oknum pengawas sekolah SMP 49 Muhammadiyah beserta istrinya yang juga seorang guru SD yang dilakukan masih di lingkungan sekolah, membuat sejumlah orang tua menjadi resah dan kwatir.
Informasi kejadian penganiayaan itu didapat langsung para orang tersebut dari anaknya yang masih satu kelas dengan korban itu. Hal itu disampaikan para orang tua itu pada awak media, Kamis ( 11/9/2025) siang.
Salah satu orang tua bernama Yeni Susanti, mengatakan bahwa, tindakan kekerasan terhadap anak didik dilingkungan sekolah jelas-jelas sangatlah melanggar hukum.
"Kita sebagai orang tua sangat cemas akan kejadian ini, iya namanya orang tua kita maunya anak kita mendapatkan ilmu dan didikan yang baik di sekolah. Nah, ini kok ada kabar ada pulak seorang siswa yang jadi korban penganiayaan di SMP 49 Muhammadiyah ini, kita juga sudah dapat informasi dari ibu wali kelasnya dan kepala sekolah, bahwa sudah beberapa hari pasca kejadian itu siswa itu pun tidak masuk sekolah, dan para terduga pelaku pun sudah resmi dilaporkan ke Polrestabes Medan," kata Yeni.
Hal senada juga disampaikan seorang ibu yang mengatakan namanya Natasya.
"Iya samalah Bang, namanya orang tua iya pasti khawatir ada apa-apa dengan anaknya, tadi juga kita sudah jumpa dengan ibu polisi dari Polrestabes datang ke sekolah SMP 49 Muhammadiyah itu, mungkin terkait laporan penganiayaan itu lah kurasa bang, kalau kami sangat setuju hukum ditegakkan dan kalau bisa segera diproses dan ditangkap serta dijatuhi hukuman yang setimpal sesuai undang-undang, apalagi korbannya seorang anak di bawah umur," ujarnya.
Terpisah saat ditemui awak media ini, Panit dalam Unit PPA Polrestabes Medan, Ipda Juli Samosir mengatakan kasus ini sedang diproses dan kepada para saksi, terlapor dan kepala sekolah akan segera resmi disurati untuk diambil keterangan guna kebutuhan proses hukum. "Sabar ya bang, kita akan proses," ucapnya.
Di lokasi yang berbeda saat awak media ini menyambangi kediaman orang tua siswa kelas III SMP 49 Muhammadiyah terduga korban penganiayaan tersebut sangat berharap dirinya mendapat keadilan hukum, dirinya percaya pihak kepolisian Polrestabes Medan pasti bertindak adil dan segera memproses kasus yang menimpa anaknya tersebut. "Kalau bisa para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai perbuatannya, jangan merasa sok kebal hukum," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, pengawas SMP 49 Muhammadiyah Medan, Roydi Nevri dilaporkan ke Polrestabes Medan atas dugaan menganiaya seorang siswa kelas III. Selain Roydi juga dilaporkan istrinya, Yesi Marlina yang diduga turut terlibat menganiaya.
Informasi yang didapat, penganiayaan itu terjadi karena korban merekam pertengkaran Roydi Nevri dengan seorang guru.
"Pelaku marah karena saya minta korban untuk merekam pertengkaran kami," kata Yusnidar, guru SMP 49 Muhammadiyah, Rabu (3/9/2025) saat mendampingi korban membuat laporan.
Sesuai Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/B/3016/IX/2025/SPKT/POLRESTABES MEDAN, peristiwa dugaan kekerasan itu terjadi di lingkungan SMP Swasta Muhammadiyah 49 Jalan Pendidikan Sehati Kecamatan Medan Perjuangan, pada Selasa, 2 September 2025, sekitar pukul 13.30 WIB. Laporan itu dibuat oleh Wita Br Simbolon, ibu kandung dari korban.
Awalnya korban sedang berada di ruang kelasnya di lantai dua. Ia kemudian mendengar adanya pertengkaran antara Yusnibar dengan Roydi Nevri.
Yusnibar yang merupakan wali kelas korban kemudian meminta korban untuk merekam pertengkaran tersebut menggunakan telepon genggamnya. Mengetahui dirinya direkam, Roydi marah lalu mengejar korban.
"Pak Roydi marah kemudian mengejar saya lalu mencekik dan menampar pipi kiri sebanyak satu kali," ucap korban.
Namun ia masih sempat menyimpan rekaman saat ia dikejar dan dianiaya walau gambar yang diambil goyang karena ponselnya berusaha direbut.
Setelah kejadian itu, korban hendak turun dari lantai dua. Namun, istri Roydi, Yesi Marlina berusaha merampas telepon genggamnya hendak menghapus rekaman video pertengkaran suaminya.
"Karena Bu Yesi ngak berhasil merebut telepon genggam, ia menampar pipi kiri saya," ucap korban.
Diketahui Yesi Marlina merupakan guru di SD Muhammadiyah yang satu lingkungan dengan SMP Muhammadiyah.
Akibat kejadian yang menimpa anaknya, Wita Br Simbolon merasa keberatan dan memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke Polrestabes Medan.
Para terlapor dilaporkan atas dugaan tindak pidana kejahatan terhadap anak, sebagaimana diatur dalam Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Menurut Yusnibar, peristiwa ini juga sudah dilaporkan ke PDM (Pengurus Daerah Muhammadiyah) di Jalan Mandala. Namun oleh pengurus, mereka disarankan untuk menempuh jalur hukum.
"Memang sejak Pak Roydi diangkat menjadi pengawas, situasi di SMP 49 Muhammadiyah sudah tidak nyaman. Banyak tindakannya yang melebihi kewenangan seperti merubah jadwal mengajar para guru. Akibatnya seorang guru sudah keluar," kata Yusnibar.
Diketahui Roydi baru menjabat sebagai pengawas pada 9 Agustus lalu.
Sebelumnya, Selasa (2/9/2025) media ini sempat mencoba mengkonfirmasi Roydi, namun ia membalas dengan mengatakan 'silahkan lapor, saya punya pengacara'.
(Hap).
Gema selawat dan lantunan ayat suci AlQur&rsquoan memenuhi Aula Ahmad Dewi Syukur, Kamis (14/5/2026).
Sumut 30 menit lalu
POSMETRO MEDAN Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Tim Ji
Sumut 2 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai berhasil mengungkap 3 (tiga) kasus tindak pidana narkotika dalam satu hari
Kriminal 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Akibat aksi nekatnya membobol Mess Polda Aceh, yang terletak di Jalan Tengah, nomor 140 A, Kelurahan Mesjid, Kecama
Kriminal 3 jam lalu
POSMETRO MEDANSatreskrim Polrestabes Medan tengah menangani kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang disertai ancaman kekerasan me
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN,PERCUT SEI TUAN Keluhan petani soal jalan rusak, irigasi, banjir yang kerap merendam sawah langsung ditampung Bupati Deli S
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Pancur Batu Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyerahkan insentif pemungutan PBBP2 Triwulan I kepada camat, kepala desa h
Sumut 6 jam lalu
Dua Link Video 45 Detik Kebaya Cokelat Viral di X, Benarkah Ada Full Durasi Tanpa Sensor?
Inter-Nasional 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Pancur Batu Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama PT Galatta Lestarindo meresmikan gedung rawat inap dua lantai RSUD P
Medan 6 jam lalu
Polsek Salapian Bongkar Peredaran Sabu di Pancur Ido, Pengedar Ditangkap Bersama Barang Bukti 2,06 Gram.
Kriminal 6 jam lalu