Kamis, 12 Februari 2026

Pemko Medan Bentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC dan RAD

Administrator - Kamis, 02 Oktober 2025 09:40 WIB
Pemko Medan Bentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC dan RAD
Ist
Rakor Tim Percepatan Penanggulangan TBC dan Sosialisasi RAD Kota Medan 2025 di Balai Kota Medan.

POSMETRO MEDAN, Medan -

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Sekda Wiriya Alrahman, membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis dan Sosialisasi Rencana Aksi Daerah (RAD) TBC Kota Medan 2025 di Balai Kota Medan, Rabu (1/10/2025).

Rapat ini digelar sebagai komitmen Pemko Medan untuk terus mendorong percepatan penanganan tuberkulosis. Diperlukan dukungan setiap stakeholder di Kota Medan untuk melakukan percepatan penanggulangan TBC tersebut.

"Kita harus berkomitmen mendukung Eliminasi TBC dengan membentuk Tim Percepatan Penanggulangan dan dilanjutkan dengan rencana aksi, dengan melibatkan banyak stakeholder serta perangkat daerah terkait," kata Wiriya Alrahman.

Penyakit ini, jelas Wiriya, kerap tidak disadari karena gejalanya samar dan dapat menular lewat udara, bahkan di lingkungan keluarga. Ia menyebut penularan TBC mirip dengan COVID-19 yang sempat menjadi wabah global, sehingga perlu kewaspadaan tinggi.

"Langkah utama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi masyarakat yang sudah tertular. Tanpa itu, kita sulit memutus rantai penularan. Setelah teridentifikasi, barulah dilakukan upaya pencegahan agar tidak menular ke orang lain dan memastikan penderita menjalani pengobatan hingga sembuh," jelasnya dalam pertemuan yang dihadiri kepala puskesmas se-Kota Medan dan pemangku kepentingan.

Wiriya juga menekankan pentingnya Rencana Aksi Daerah sebagai pedoman kerja Satgas TBC. Ia mengingatkan agar rencana aksi tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan di lapangan. Karena itu, Puskesmas dan Puskesmas Pembantu diminta aktif melakukan deteksi dini di lingkungan masing-masing.

"Penanganan TBC tidak bisa hanya dibebankan pada tenaga medis. Diperlukan keterlibatan lintas sektor, termasuk dinas terkait, pemerhati kesehatan lingkungan, hingga perangkat daerah. Tugas kita bukan hanya mengobati, tapi juga mencegah, mensosialisasikan, dan memperbaiki lingkungan yang rentan menjadi tempat berkembangnya bakteri TBC," tambahnya.

Sekda mengajak semua stakeholder untuk berperan aktif. "Jangan berpikir kita aman, karena siapa pun bisa tertular ketika daya tahan tubuh melemah. Ini tanggung jawab bersama pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat," pungkasnya.(ATN)

Editor
: Evi Tanjung
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru