Ngeri..! Harga Tiket Partai Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 186 Juta
Harga Tiket Partai Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 186 Juta
Sport satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan -
Wali Kota Medan, Rico Waas, mendorong pelaksanaan Festival Merdang Merdem sebagai momentum memperkuat keberagaman di Kota Medan. Ia berharap perayaan adat masyarakat Karo itu dapat menjadi simbol kebersamaan di tengah keberagaman suku dan budaya yang hidup di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat menerima kunjungan Panitia Festival Merdang Merdem Medan dan musisi Karo Jacky Raju Sembiring, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (17/10) kemarin.
Dalam suasana santai, Wali Kota tampak menikmati alunan alat musik tradisional Karo, Kulcapi, yang dimainkan Jacky.
"Suku Karo harus berbahagia bersama, guyub dengan masyarakat Kota Medan dari berbagai suku. Semua harus ikut menyemarakkan," ujar Rico.
Festival Merdang Merdem direncanakan digelar di Lapangan Merdeka Medan pada November 2025. Bagi Rico, acara tersebut bukan hanya sekadar pesta rakyat, namun bentuk pernyataan budaya, tentang rasa syukur, kebersamaan, dan identitas kota yang multikultural.
Rico Waas juga menegaskan pentingnya melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perayaan tersebut. Ia ingin festival tidak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"UMKM harus dilibatkan. Stand minyak Karo mesti ada, desainer Karo bisa ikut. Semua yang dimiliki masyarakat Karo, mulai seni, kopi, buah, sampai kerajinan harus tampil," tegasnya.
Menurutnya, Merdang Merdem adalah bentuk cinta terhadap akar budaya. Dengan tetap melestarikan nilai-nilai adat di tengah arus modernisasi kota, maka identitas lokal dapat tetap terjaga.
"Merdang Merdem ini bukan hanya perayaan adat, tetapi bentuk cinta pada akar budaya. Yang penting, masyarakat Karo harus tetap eksis di Medan," kata Rico sambil sesekali menyentuh alat musik Kulcapi yang baru saja dimainkan.
Ketua Umum Panitia Festival Merdang Merdem, Edy Eka Suranta S Meliala, menyebutkan bahwa perayaan tahun ini akan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama diisi dengan kegiatan sosial, sedangkan hari kedua digelar pesta rakyat.
"Akan ada hiburan musik, penampilan artis ibu kota, dan orkestra Kulcapi Karo," jelas Edy.
Sebagai informasi, Merdang Merdem merupakan tradisi adat masyarakat Karo yang awalnya merupakan bentuk ungkapan syukur atas hasil panen dan doa untuk musim tanam berikutnya. Kini, perayaan tersebut menjadi ruang nostalgia dan solidaritas, terutama bagi masyarakat Karo yang tinggal di perkotaan.(ATN)
Harga Tiket Partai Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 186 Juta
Sport satu jam lalu
Harapan di Tengah Keterbatasan, Perjuangan Mohammad Arifin Melawan Penyakit dan Beban Hidup
Medan 2 jam lalu
Pemprov Sumut Buka Penjaringan Calon Anggota Komisi Informasi 20262030.
Sumut 2 jam lalu
Upaya Penyelundupan PMI Ilegal Digagalkan Tim Operasi Gabungan TNI AL dan Imigrasi.
Sumut 2 jam lalu
Ini Keterangan Polisi Terkait Dugaan Tahanan Tewas Misterius di Mapolres Labuhanbatu.
Sumut 3 jam lalu
Pengesahan pembentukan Pansus tersebut dipimpin oleh Erni Ariyanti Sitorus. Tiga Pansus yang dibentuk meliputi Pansus LKPJ, Pendapatan Asli
Sumut 3 jam lalu
Pihak SMA Negeri Lahug, tempatnya menuntut ilmu, memberi "Penghargaan Keunggulan Khusus" atas tekad dan komitmennya untuk terus belajar.
Lifestyle 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Langkat Pelayanan pertanahan di Kantor Pertanahan Kabupaten Langkat kembali mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Salah
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Percepatan sertipikasi terhadap tanah wakaf dilakukan untuk memperkuat legalitas aset keagamaan di berbagai daerah
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Humbahas Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan,
Sumut 6 jam lalu