Membongkar Tipikal Oknum Intel yang Viral Karena Mengejek Massa Pendemo
Membongkar Tipikal Oknum Intel yang Jadi Sempat Viral Karena Mengejek Massa Pendemo.
Peristiwa 31 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan -
Angin perubahan yang dihembuskan lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini membawa pahit di meja makan anak-anak sekolah dasar. Bukan karena lauknya hambar, tapi karena di balik cita rasa gizi, terselip racun yang membuat puluhan bocah di Nias Utara tersungkur di ruang gawat darurat.
Pagi kelam, beberapa waktu lalu, di SD Negeri Onozitoli Sawo, Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara suara tawa bocah yang baru saja menyantap makanan bergizi tiba-tiba berubah jadi jeritan. Kepala pusing, perut mual, nafas sesak. Satu per satu tumbang.
Baca Juga:
Mereka dilarikan ke Puskesmas Sawo, bahkan seorang di antaranya harus dirujuk ke RSUD M. Thomsen Nias.
Diduga, makanan dari program MBG yang seharusnya menjadi simbol kepedulian negara, justru berbalik menjadi malapetaka.
Baca Juga:
Menanggapi tragedi itu, Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, angkat bicara lantang. Dengan nada tegas ia mengingatkan, jangan sampai semangat makan gratis berubah menjadi "makan berisiko."
"Program ini adalah amanah besar Presiden Prabowo untuk menyiapkan generasi unggul bukan generasi yang terancam di meja makan. Maka seluruh proses MBG ini harus dikawal dari hulu ke hilir. Dari dapur penyedia sampai piring siswa," ujar Sutarto, Senin (3/11/2025).
Politikus yang juga Sekretaris DPD PDI- Perjuangan Sumut itu menilai, kegagalan pengawasan bisa menodai cita-cita besar MBG, menciptakan anak bangsa yang sehat, cerdas, dan kuat. Ia mengingatkan, investasi negara dalam gizi anak-anak adalah investasi masa depan bangsa yang tak boleh dikotori oleh kelalaian atau permainan di lapangan.
Lebih jauh, Sutarto menyoroti data mencengangkan yang dirilis Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) per 13 Oktober 2025.
Dalam laporan itu, tercatat 11.566 anak di berbagai daerah di Indonesia mengalami keracunan sejak awal pelaksanaan program MBG. Sebuah angka yang, kata Sutarto, "tidak bisa lagi dianggap sebagai insiden biasa."
"Kita butuh supervisi total. Dari tata kelola anggaran, alokasi porsi, hingga ke rantai distribusi makanan. Semua harus transparan dan diawasi lintas lembaga. Jangan hanya seremonial, tapi substansi," tegasnya.
Dalam nada yang mengingatkan, Sutarto mengajak semua pihak bersatu menjaga program ini tetap pada relnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, hingga lembaga masyarakat.
"Saya yakin, kalau sinergi dan kolaborasi diperkuat, kita bisa mencegah tragedi seperti di Nias Utara terulang. Ini bukan hanya soal makan gratis ini soal keselamatan dan masa depan anak bangsa," pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis sejatinya digagas untuk menekan angka stunting dan gizi buruk, serta menggairahkan ekonomi rakyat lewat peran UMKM lokal penyedia bahan makanan.
Namun kini, masyarakat menuntut agar pemerintah tak sekadar menggembor visi besar, melainkan memastikan bahwa setiap sendok nasi yang disuapkan ke mulut anak negeri benar-benar aman dari racun kelalaian.
Pertanyaan pun menggantung Siapa yang harus bertanggung jawab ketika "makanan bergizi gratis" berubah menjadi "makanan berisiko tinggi.(erni)
Membongkar Tipikal Oknum Intel yang Jadi Sempat Viral Karena Mengejek Massa Pendemo.
Peristiwa 31 menit lalu
Sembunyikan Sabu di Bawah Bunga, Lansia di Pegajahan Diringkus Polres Sergai
Sumut 44 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Kain tenun Deli Serdang tampil dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota pada Kriyanus
Inter-Nasional 12 jam lalu
POSMETRO MEDANMEDAN Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi menuntut terdakwa dugaan suap proyek jaringan internet Dinas K
Sumut 12 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi menin
Medan 13 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)
Medan 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemkab Deli Serdang berkonsultasi dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri terk
Sumut 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang meluncurkan tiga aplikasi layanan publik, yaitu Siap Ruang, Si Petar
Sumut 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN Massa dari Persaudaraan Pemulung dan Pengolahan Barang Bekas menggelar aksi menolak pelaksanaan eksekusi pengosongan sepihak
Medan 16 jam lalu
Wali Kota Wesly Diwakili Staf Ahli Happy Daely Buka Peringatan Haornas, Pematangsiantar Tuan Rumah 3 Cabor Porprovsu
Sumut 16 jam lalu