Kamis, 02 April 2026
Dari Lomba Karya Tulis Ilmiah BRIDA 2025

Rico Waas Ingin Medan Jadi Kota Literasi Dan Tempat Anak Muda Berpikir

Administrator - Jumat, 07 November 2025 15:04 WIB
Rico Waas Ingin Medan Jadi Kota Literasi Dan Tempat Anak Muda Berpikir
Atn
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menutup Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) BRIDA Kota Medan 2025 di Gedung TP PKK Kota Medan, Jalan Rotan, Kamis (6/11/2025) jelang siang.

POSMETRO MEDAN,Medan -- Tatapan bangga dan tepuk tangan meriah dari seluruh pengunjung menyambut sambutan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang penuh semangat dan sarat motivasi, saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menutup Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) BRIDA Kota Medan 2025 di Gedung TP PKK Kota Medan, Jalan Rotan, Kamis (6/11/2025) jelang siang.

Kegiatan yang digagas Pemko Medan melalui Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan, bagi Rico Waas bukan sekadar lomba, tetapi momentum yang telah lama dirindukan dan ruang tempat anak-anak muda Kota Medan dapat kembali beradu gagasan, seperti masa kecil yang penuh semangat untuk berlomba dan belajar.

"Saya apresiasi setinggi-tingginya. Sudah lama kita rindukan ruang seperti ini, tempat anak-anak bisa menunjukkan pikiran bernilai bagi bangsa, tanpa memikirkan manfaat pribadi," kata Rico Waas dengan nada bangga.

Baca Juga:

Apalagi, ungkap Rico Waas, karya-karya ilmiah yang dihasilkan 50 finalis menunjukkan kualitas dan keberanian berpikir generasi muda Medan. Mulai dari gagasan tentang artificial intelligence di bidang keperawatan, green economy, hingga inovasi pengelolaan lingkungan hijau, semuanya mencerminkan kedewasaan intelektual dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Atas dasar itu, Rico Waas menegaskan, anak-anak yang ikut dalam LKTI ini adalah wajah Kota Medan dua atau tiga dekade mendatang, dimana mereka semua diharapkannya menjadi calon peneliti muda dan pembaharu yang akan membawa perubahan nyata bagi Kota Medan, termasuk negara Indonesia.

Baca Juga:

Optimisme ini disampaikan Rico Waas bukan tanpa alasan. Ia melihat dan sempat menjadi juri sehingga tahu bagaimana anak-anak ini bukan hanya menulis, tapi juga mampu mempresentasikan ide-ide mereka dengan percaya diri. "Ada anak SD yang selesai presentasi lalu bertanya, 'Ada yang mau bertanya?' Tentunya ini semangat luar biasa yang harus kita jaga," ungkapnya.

Di masa sekarang ini, kata Rico Waas, yang dibutuhkan bukan hanya kecerdasan, tapi juga keberanian untuk berpikir dan mengungkapkan ide. "Inilah proposal saya untuk bangsa, untuk kota ini," ujarnya, menirukan semangat para peserta seraya berharap agar LKTI BRIDA menjadi pemicu lahirnya berbagai lomba baru di Kota Medan, bukan hanya karya ilmiah, tapi juga penulisan nonfiksi, sastra, dan bentuk ekspresi kreatif lainnya.

"Kota ini harus menjadi kota literasi, kota tempat anak muda berpikir. Kalau kita sudah inklusif, pemerintah pun bisa memahami, ternyata anak-anak kita luar biasa. Mereka ingin didengar, ingin berkontribusi," paparnya.

Di kesempatan itu, Rico Waas juga menyinggung berbagai ide yang bisa dikembangkan peserta di masa depan, mulai dari inovasi pelayanan publik, sistem informasi kependudukan, hingga solusi untuk masalah sosial seperti banjir, inflasi, dan kemiskinan. Diharapkannya semangat meneliti dan berpikir kritis ini tumbuh menjadi gerakan bersama.

"Anak-anak ini adalah peneliti muda Kota Medan. Menjadi peneliti itu digerakkan oleh hati dan rasa keinginan mencari tahu, serta mencari solusi," jelasnya.

Terakhir, suami Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas ini berpesan kepada seluruh peserta agar tidak berhenti belajar dan tetap rendah hati. Ia berharap mereka suatu hari kembali membangun Kota Medan dengan ilmu dan cinta.

Sebelumnya, Kepala Brida Kota Medan Benny Iskandar melaporkan, dewan juri telah melakukan penilaian terhadap 50 peserta yang menjadi finalis LKTI BRIDA 2025, baik itu kategori SD, SMP, SMA, Mahasiswa dan Umum. Baginya, 50 finalis adalah pemenang karena karya yang dihasilkan dan presentasikan disampaikan sangat bagus semua.

"Selamat kepada seluruh finalis dan pemenang. Ingat, orang yang sukses bukanlah orang yang menjadi juara, tetapi orang yang mampu bangkit setelah mengalami kegagalan," ungkap Benny Iskandar.

Adapun pemenang LKTI BRIDA 2025 untuk kategori SD sebagai juara pertama adalah Nadine Tiar Manuela Panjaitan, Heber Prasetya Marpaung dari SD Swasta Sultan Iskandar Muda. Lalu, juara pertama untuk kategori SMP yaitu Adventia Esperansa Simanjuntak (SMP Swasta Immanuel). Kemudian untuk kategori SMA yakni Muhammad Hadid Luthfi Kahfi, Dicky Mahaputra Tarigan (SMA Swasta Shafiyyatul Amaliyah).

Sedangkan untuk kategori mahasiswa, juara pertama diraih Ja'far Hamzah Pulungan, Nazwa Syahira, Deviana Sari (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara). Sementara itu untuk ketegori umum, pemenang pertamanya diraih Reni Asmara Ariga, Aldy Safruddin Rambe, Rina Amelia (Universitas Sumatera Utara (ketiganya akademisi dari Universitas Sumatera Utara).

Lomba Karya Tulis Ilmiah BRIDA 2025 pun resmi ditutup. Namun, semangat dan pesan yang disampaikan Rico Waas ini masih bergema, dimana dari tulisan dan ide, lahir masa depan yang cemerlang bagi Kota Medan.

(Atn)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
Walikota Medan Apresiasi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke PT.Bank Sumut
Walikota Rico Waas Buka Sosialisasi PKH Medan Makmur dan Digitalisasi Bantuan Sosial
Walikota Medan Rico Waas Siap Terapkan WFH Setiap Jumat,Ikuti Kebijakan Pusat
Rico Waas dan Bobby Nasution Tinjau Percepatan Pembangunan Stadion Teladan Jelang AFF U-19 Tahun 2026
Rico Waas Dorong, "Akselerasi Peningkatan Investasi Menuju Perekonomian Kota  Modern, Maju,Inklusif dan Berkelanjutan"
Pererat Silaturahmi Satukan Tokoh Medan, Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap Hadiri Halal Bihalal di Rumah Afif Abdillah
komentar
beritaTerbaru