Rabu, 11 Februari 2026

Dosen UMSU Soroti PjBL yang Jadi "Beban Tambahan": Kurang Substansi, Lebih Banyak Transaksi

Faliruddin Lubis - Sabtu, 08 November 2025 12:14 WIB
Dosen UMSU Soroti PjBL yang Jadi "Beban Tambahan": Kurang Substansi, Lebih Banyak Transaksi
IST
Yulhasni, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

POSMETRO MEDAN,Medan– Kritik terhadap pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) di sejumlah sekolah terus bermunculan. Banyak pihak menilai, penerapan model pembelajaran ini mulai melenceng dari esensinya dan justru menjadi beban tambahan bagi siswa maupun orang tua.

Salah satu kritik datang dari Yulhasni, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Ia menilai bahwa praktik PjBL di lapangan saat ini kerap bergeser dari tujuan awalnya, yakni membangun pembelajaran bermakna berbasis proyek, menjadi kegiatan yang sarat transaksi dan pungutan biaya tinggi.

Baca Juga:

"PjBL seharusnya menekankan integrasi kurikulum dan pengembangan keterampilan siswa. Namun faktanya, banyak kegiatan yang justru menimbulkan beban finansial, seperti studi tur dan praktik renang berbiaya besar. Jika tidak transparan, ini bisa menimbulkan dugaan pungli dan merusak citra pendidikan," ujar Yulhasni, Jumat (7/11/2025).

Ia menegaskan, PjBL harus berorientasi pada substansi pembelajaran, bukan sekadar pelaksanaan kegiatan tanpa makna akademik yang jelas. Menurutnya, sejumlah studi tur di sekolah sering kali tidak memiliki keterkaitan langsung dengan materi pelajaran dan hanya berakhir sebagai aktivitas wisata tanpa nilai edukatif terukur.

Baca Juga:

"Model PjBL yang ideal mestinya memanfaatkan sumber daya yang sudah ada di sekolah atau lingkungan sekitar. Jika proyek justru berisiko pada keselamatan dan memberatkan finansial siswa, sekolah perlu mencari alternatif kegiatan yang lebih inklusif, aman, dan sesuai tujuan pendidikan," tegasnya.

Yulhasni juga mendesak sekolah dan dinas pendidikan untuk memperkuat akuntabilitas dalam setiap penerapan PjBL. Ia berharap setiap kegiatan benar-benar memberi nilai tambah terhadap pemahaman siswa, bukan hanya menggugurkan kewajiban kurikulum dengan kegiatan yang mahal dan tidak relevan.(REL)

Tags
beritaTerkait
“UMSU Seruuuu!” Lolox Cs Bikin Auditorium Pecah di Meet and Greet AIUEO
PWM Jawa Tengah Bantu Rp 1 Miliar Sukseskan Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumut
UMSU Lepas 5 Tim Lolos Pendanaan Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera
118 Dosen Disiapkan  untuk Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Sistem LMS Baru
Kemenag Pastikan Bayar Tunjangan Profesi Guru dan Dosen
Izin TPL Dicabut, BAKUMSU Menilai Negara Gagal Kelola Sumber Daya Alam
komentar
beritaTerbaru