Kamis, 12 Februari 2026

Kasus Mahasiswa UMA: Pembunuhan Berencana dan Perampokan di Balik Persahabatan

Evi Tanjung - Rabu, 19 November 2025 16:56 WIB
Kasus Mahasiswa UMA: Pembunuhan Berencana dan Perampokan di Balik Persahabatan
Ist
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak SIK MH lakukan konfrensi pers pembunuhan mahasiswa UMA di TKP.

POSMETRO MEDAN, Patumbak – Polrestabes Medan bersama Polsek Patumbak akhirnya mengungkap secara tuntas kasus pembunuhan sadis menewaskan Bonio Radja Gajah (19) warga Dusun 4, Desa Marindal II, Gang Rambe No. 11, Medan, Rabu ( 19/11/2025).

Penyelidikan mendalam memastikan bahwa pelaku adalah teman dekat korban sendiri, Muhammad Rasya Hasibuan alias SYA (18), yang telah merencanakan aksi keji tersebut jauh sebelum tiba di rumah korban.

Baca Juga:

Kejadian bermula pada 12 November 2025 sekitar pukul 18.00 WIB, ketika pelaku datang ke rumah korban. Keduanya lalu saling berbincang sebelum memutuskan pergi bermain billiard. Dalam perjalanan, mereka sempat singgah ke rumah pelaku untuk meminta izin kepada ibu pelaku agar bisa bermalam di rumah korban. Di tengah perjalanan, keduanya sempat membeli narkotika ganja seharga Rp10.000, yang akan digunakan bersama.

Usai bermain biliar, sekitar pukul 22.15 WIB keduanya kembali ke rumah korban. Situasi sepi membuat pelaku semakin mantap menjalankan niat jahatnya. Menjelang tengah malam, tepat pukul 00.30 WIB, Pelaku mulai mempersiapkan alat untuk menghabisi nyawa temannya. Ia mengambil setengah gunting tajam yang sebelumnya sudah diasah, lalu masuk ke dapur untuk mengambil linggis dan pisau dapur milik korban.

Baca Juga:

Aksi pembunuhan berlangsung selama dua jam, antara pukul 00.30 hingga 02.30 WIB. Serangan pertama terjadi di ruang tamu. Lalu pindah ke kamar korban. Korban kesempatan melawan. Lantaran diserang bertubi tubi akhirnya korban tersungkur juga. Setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku mengumpulkan barang berharga milik korban, termasuk dompet, ponsel, dan sepeda motor dan lain lain nya.

Pelaku kemudian memasukkan sebagian alat bukti ke dalam tasnya, termasuk gunting tajam dan linggis. Kedua benda itu lalu dibuang saat ia melarikan diri ke Tanjung Balai. Sementara pisau dapur yang digunakan untuk menghabisi korban tertinggal di lokasi kejadian dan menjadi barang bukti penting bagi penyidik.

Setelah meninggalkan rumah korban, pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban dan langsung tancap gas menuju Tanjung Balai. Ia berusaha menghilangkan jejak dengan membuang alat bukti di beberapa titik sekaligus berpindah-pindah lokasi agar tidak terlacak. Namun upaya itu gagal karena kepolisian lebih cepat melakukan penelusuran.

Mayat korban ditemukan pada 14 November 2025 oleh kakak kandungnya yang datang ke rumah. Melihat kondisi korban yang sudah tidak bernyawa, keluarga langsung melapor ke polisi. Polrestabes Medan kemudian melakukan olah TKP secara detail dan langsung membentuk dua tim pemburu: satu tim menuju Tanjung Balai dan satu tim lainnya tetap menyisir wilayah Medan.

Saat tim yang bergerak ke Tanjung Balai tiba, pelaku sudah kembali melarikan diri ke Medan. Justru tim kedua berhasil menangkap SYA ketika ia kembali ke rumah korban untuk mengambil pisau dapur yang tertinggal. Rencana mengambil kembali alat bukti itu menjadi titik lengah yang akhirnya menjerat pelaku.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn menyatakan seluruh konstruksi kasus sudah lengkap berdasarkan bukti fisik, digital, dan keterangan saksi. Ia menegaskan bahwa motif pembunuhan diduga kuat berkaitan dengan keinginan mengambil harta korban, namun penyidik masih mendalami faktor lain, termasuk kondisi psikologis pelaku dan penggunaan narkotika.

"Dari gabungan bukti-bukti yang kami miliki, kronologi peristiwa sudah terang. Kami akan tuntaskan kasus ini secara menyeluruh," tegas Calvijn.

Polisi masih terus mengembangkan penyidikan untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat serta memetakan seluruh rute pelarian pelaku di Medan maupun Tanjung Balai.

"Dengan rasa kerendahan hati dan duka mendalam saya Kapolrestabes Medan mengucapkan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban," tutup Calvijn. ( Dam/san)

Tags
beritaTerkait
Viral Korban Pencurian Jadi Tersangka di Medan, Kapolrestabes Beri Penjelasan Lengkap
Ketua PC KEP SPSI Medan Apresiasi Langkah Tegas Polrestabes Medan Berantas Narkoba
Polda Sumut Gelar Operasi Kemanusiaan ke-8 di Wilayah Jermal, Tegaskan Negara Hadir Selamatkan Generasi Bangsa
Kapolrestabes dan Danyonko 469 Kopasgat Bertemu, Fokus Antisipasi Gangguan Keamanan
Perkuat Sinergi TNI-Polri, Kapolrestabes Medan dan Dan Denpom I/5 Komitmen Babat Narkoba di Jermal 15
Kartel Jermal Tujuh Kali Digempur, Kombes Jean Calvijn: Ini Misi Kemanusiaan Selamatkan Anak Bangsa
komentar
beritaTerbaru